KLIKJATIM.Com | Gresik — Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik masih kekurangan posko dan armada serta personil.
Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) peran serta masydan dunia usaha dalam penanganan bencana kebakaran, Kamis (21/07/2022).
Kepala Dinas Damkarla Gresik, Agustin Halomoan Sinaga menyampaikan, saat ini pihaknya masih punya tiga titik posko, yakni di Driyorejo, Dukun dan Kebomas.
"Padahal dengan cakupan area seluas Kabupaten Gresik ini, ya kurang. Belum lagi resiko kepadatan lalulintas, sering macet," ujar Sinaga.
Apalagi, dalam standar pelayanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan, harusnya personil dan kendaraan Dinas Damkarla sudah berada di lokasi kebakaran maksimal 15 menit sejak telpon laporan masuk.
"Nah kini tentu belum bisa terwujud, dengan keterbatasan-keterbatasan kita," papar Sinaga.
Namun, pihaknya kini tengah menggodok Rencana Induk Sistem Pemadam Kebakaran (RISPK) untuk segera mewujudkan standar layanan itu.
"Nah kami tengah menyusun rencana pemenuhan standar peralatan, SDM dan fasilitas lainnya," urainya.
Sembari menunggu rencana itu terwujud, Sinaga mengatakan pihaknya mengajak pabrik dan perusahaan berkolaborasi membentuk forum perusahaan tanggal bencana.
Baca juga: Gerak Cepat Tim Damkarla Gresik Jinakkan Semburan Api Elpiji di Perumahan Puri Asta Kencana
"Di Gresik tercatat ada 23 pabrik yang punya mobil damkar, Nah itu kita upayakan bisa mensupport dinas, komando di kami, nanti dikerahkan jika ada kebakaran di tempat terdekat," ungkap Sinaga.
Selain itu, dia juga meminta camat-camat dan kepala desa untuk menginventarisasi sumber-sumber air yang sewaktu - waktu siap dipakai untuk memadamkan api jika kebakaran muncul.
"Agar saat di lapangan kami tak bingung cari sumber air," tandasnya.
Tak lupa, Sinaga mengingatkan agar para pelaku usaha agar memenuhi persyaratan kelayakan dan keselamatan gedung.
Karena Masing-masing gedung punya tanggung jawab proteksi sesuai level resiko bahaya.
"Seperti penyediaan tandon air, ketersediaan apar dan hydrant, itu wajib terpenuhi," tegasnya.
Ridho, perwakilan salah satu industri, dari pabrik Agrindo menyatakan kesiapannya bergabung dalam forum industri tanggap bencana yang dicanangkan Dinas Damkarla.
"Kebetulan kami punya dua unit mobil Pemadam Kebakaran, selama ini kalau ada kebakaran di wilayah Driyorejo dan sekitarnya kami sering diminta bantu oleh Dinas Damkarla," beber Ridho. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar