KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Sebuah rekaman suara berisi tentang kabar penculikan anak di Kabupaten Ponorogo, viral. Rekaman tersebut tersebar di grup WhatsApp.
Redaksi klikjatim.com pun mendapatkan rekaman tersebut pada Senin (13/6/2022) malam. Rekaman tersebut berdurasi 2 menit 55 detik.
Baca juga: Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Pemimpin Ponpes Gontor Ponorogo
Berikut isinya :
Assalamu'alaikum
Kepada saudara perangkat yang ada di grup.
Juga saudara RT di Desa Kupuk. Ada informasi penting untuk disebarluaskan kepada masyarakat-nya RT masing-masing yang mempunyai anak usia balita.
Sekiranya sering bermain sendirian atau bermain bersama rekannya di jalan yang sepi tanpa pengawasan.
Akan terjadi serupa dengan penculikan atau penyekapan anak oleh seseorang yang membawa mobil. Tidak terjadi berkelanjutan. Tidak terjadi penculikan. Karena ada salah satu warga yang mengetahui mobil itu langsung balik kanan dikejar tidak diketahui.
Baca juga: Setahun, Kejari Ponorogo Ungkap 4 Perkara Korupsi
Bapak RT se-Desa Kupuk bantuan dan kerjasama. Memberi informasi yang mempunyai anak kecil usia balita untuk memperketat pengawasan. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat Kupuk. Supaya masyarakat Desa Kupuk anyem tentrem.
Mohon untuk segenap warga masyarakat saat ini dan informasi ini, diperketat anak masing-masing pola bermain di jalan terutama jalan yang sama. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mengenai anak akan diculik atau disekap, mobil tidak diketahui identitas dan balik kanan. Tidak usah saya sebutkan.
Mohon bantuan dan kerjasama. Informasi ini segera disampaikan.
Baca juga: Longsor Kembali Terjadi di Ponorogo, Enam KK di Desa Banaran Sempat Terisolir
Pembawa informasi pokdarkamtibmas Desa Kupuk.
Ketika dikonfirmasi, Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan sudah mengetahui adanya rekaman yang viral itu.
"Sudah tahu, dan kami sedang mendalami kasus ini," terang lulusan AKPOL 2002 ini.
Mantan Kapolres Batu ini menjelaskan bahwa tim dari Satreskrim Polres Ponorogo juga sedang di lokasi. Kaitannya mengurai kasus ini. (nul)
Editor : Iman