Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Ponorogo Mengeluh

klikjatim.com
Kondisi pasar hewan Jetis di Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Momen Idul Adha selalu ditunggu para pedagang sapi. Juga bagi para pedagang di Pasar Hewan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Bagaimana tidak? Karena biasanya sapi mereka bakal laku dengan harga tinggi. 

Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini

Namun tidak dengan tahun 2022 ini. Mereka meratapi nasib. Karena harga sapi yang dijual menurun drastis. Pun pembeli sapi juga menjadi sepi.

Seperti terlihat di Pasar Hewan Jetis. Biasanya pada pasaran Pahing selalu ramai. Saat di lokasi tampak sepi mulai dari penjual maupun pembeli.

Hal ini diduga karena Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu daerah tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari data yang ada, sapi yang tertular PMK di bumi reog ada 402 ekor. Baik itu sapi perah atau sapi daging. 

Salah satu penjual sapi, Miko mengaku jika sebelumnya harga Rp25 juta. Bahkan pada lebaran Idul Adha tahun lalu, dia bisa menjual Rp27 juta per sapi. 

"Harga sapi anjlok, sebelumnya Rp25 juta sekarang tinggal Rp22 juta," tutur penjual sapi Miko, Senin (6/6/2022).

Miko pun mengeluh. Pasalnya saat membeli sapi, dia beli dengan harga normal. Namun waktu jual, ada wabah PMK.

Baca juga: Dua Jam Menegangkan, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Sapi yang Terperosok Sumur 6 Meter di Sampang

Menurutnya, saat ini pembeli tidak ada. Jika ada, pasti menawar di bawah harga standar. 

Pedagang lain, Adi Santoso mengatakan bahwa harga sapi juga ada yang anjlok hingga 8 jutaan rupiah. Bahkan harga sapi tanen (induk) turun hingga separuh harga.

"Harga sapi tanen, sapi pembibitan separuh harga turunnya. Sapi gemuk atau daging turun Rp8 jutaan," kata Karebet.

Pihaknya pun mendukung penuh terhadap langkah pemerintah untuk menutup pasar hewan sementara waktu. Sebab, untuk mengurangi penyebaran PMK. Pasalnya jika dibiarkan PMK bakal menyebar. 

Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan

Dia menambahkan saat Idul Adha nanti bakal susah mencari hewan kurban. Sebab, pasokan dan stok sapi berkurang. Pun juga peminat sapi menurun karena PMK.

Dari pantauan, suasana di Pasar Hewan Jetis terlihat sepi. Padahal sebelum ada PMK, penuh sapi. Saat ini hanya ada sejumlah pedagang saja yang mendatangi pasar hewan.

Penanggung jawab pasar Jetis, Gianto menjelaskan saat ini kondisi pasar sepi. Penurunan terjadi hingga 75 persen.

"Ini cuma pedagang sini saja, peternak lokal cuma 25 persen," pungkas Gianto. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru