Demonstrasi Hanya 6 Orang, Mahasiswa di Ponorogo Sampaikan Tuntutan Ini

klikjatim.com
Para mahasiswa di Kabupaten Ponorogo menggelar demonstrasi. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Sedikitnya 6 orang mahasiswa di Ponorogo menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD, Selasa (24/5/2022). Mereka yang tergabung dalam Aliansi Front Renaissance tampak mengenakan baju serba hitam. 

Para pendemo pun menaburkan bunga di depan kantor wakil rakyat. "Untuk menaburkan bunga itu pertanda bahwa memberikan simbol seluruh masyarakat di Indonesia belum secara adil," ujar perwakilan Aliansi Front Renaissance, Muhammad Irfan Fauzi. 

Baca juga: Kado HUT RI, 115 Warga Binaan Lapas Ponorogo Dapat Remisi

Ada 5 tuntutan yang dibawa oleh para mahasiswa itu. Di antaranya menuntut pemerintah untuk mencabut Omnibus Law dan PP turunannya. Kedua adalah hentikan skema liberalisasi serta komersiliasasi dan privatisasi di dunia pendidikan. 

Ketiga mengenai isu lokal, yakni berikan subsidi, sarana pertanian. Mulai pupuk, bibit, dan obat-obatan serta berikan jaminan harga hasil produksi pertanian. 

Baca juga: PN Tipikor Surabaya Vonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko

"Sudah ada tapi tidak rata. Khususnya petani kecil yang pupuk menjadi kebutuhan. Harga bisa terjangkau," urainya. 

Keempat mendesak Pemkab Ponorogo agar mengimplementasikan terkait Undang-undang TPKS. Serta mendesak Pemkab Ponorogo untuk membentuk Perda Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai upaya pencegahan kekerasan berupa gander. 

Baca juga: Kejari Ponorogo Tahan Mantan Ketua Dewan Atas Dugaan Korupsi Tunjangan Anggota DPRD

"Secara konsep hanya melakukan aksi. Sekedar mengabarkan kepada masyarakat. Kita terus mengawal apa yang kami tuntut sebelumnya," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru