Dinas Peternakan Bojonegoro Kembalikan 9 Ekor Sapi dari Luar Daerah

klikjatim.com
Mantri hewan saat melakukan pengecekan penyakit PMK pada sapi di pasar hewan Bojonegoro. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengambalikan sembilan ekor sapi yang hendak dijual di pasar hewan. Disnakkan telah melarang sapi dari luar daerah dipasarkan di Bojonegoro setelah mewabahnya virus penyakit mulut dan kaki (PMK) pada hewan sapi.

Sembilan ekor sapi dari luar daerah itu ditemukan petugas di Pasar Hewan Kedungbondo, Kecamatan Balen. Memang dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hewan sapi terinfeksi virus PMK. Namun, Pemkab Bojonegoro melalui Disnakkan telah mengeluarkan aturan pelarangan sapi dari luar daerah dijual di Bojonegoro.

Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal

"Sembilan ekor sapi diangkut dengan tiga truk. Kami minta kembali karena aturannya tidak diperbolehkan sapi luar daerah masuk," kata Mantri Hewan Disnakkan Bojonegoro, Hendri, Kamis (12/5/2022).

Dikatakan Hendri, petugas rutin melakukan pencegahan penularan virus PMK pada hewan. Di antaranya dengan melihat plat nomor kendaraan pengangkut sapi, identitas penjual dan ditanyakan asal dari sapi dibawa.

"Kami melakukan pencegahan bersama polisi, TNI, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa," ujarnya.

Baca juga: Distribusi LPG di Bojonegoro Capai 38 Ribu Tabung per Hari, Pasokan Diklaim Aman

Virus PMK pada hewan sapi ini awalnya terjadi di Kabupaten Gresik, kini menyebar di beberapa daerah. Penyakit tersebut yakni, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Melihat kejadian tersebut Disnakkan Kabupaten Bojonegoro memastikan wabah ini belum masuk ke wilayahnya.

Baca juga: Sopir Mengantuk, Truk Provit Hantam Trailer Parkir di Bojonegoro

Untuk sementara waktu, Disnakkan mengimbau agar menyetop keluar masuknya ternak dari daerah lain ke Kabupaten Bojonegoro.

“Kami berupaya agar sapi yang dari luar daerah atau yang terkena PMK tidak boleh masuk di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan, Pemkab Bojonegoro, Sugiarti Rahayu.(mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru