KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Berawal dari pengalaman minum jus kurma saat buka puasa, kini minuman itu berubah jadi sebuah usaha bagi ibu rumah tangga (IRT), Nidya Alfalistra. Alhasil, dari jualan jus kurma tersebut pun bisa menghasilkan cuan.
Warga Jalan Cindewilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu mengatakan, harga satu botolnya jus kurma adalah Rp7 ribu. Setiap botol berisi 250 ml jus kurma.
Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
Dan perharinya, Nidya rata-rata berhasil menjual 30 sampai 50 botol jus kurma. "Hitung sendiri omsetnya, 50 kali Rp7 ribu. Dan sepertinya bakal saya seriusi," tandasnya.
Dia mengaku, awalnya memang masih coba-coba. Ternyata usahanya ini banyak diminati sehingga bisa menghasilkan cuan.
Menurutnya baru tahun ini memberanikan diri untuk menjual jus kurma. Padahal, sejak 3 tahun lalu dirinya sudah mengkonsumsi jus kurma tersebut.
Saat itu, Nidya sedang hamil. Bertepatan juga dengan suasana Ramadan.
Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan
Meski sedang hamil, tapi dirinya tetap berkeinginan untuk puasa. Akhirnya dia dibuatkan jus kurma oleh kakak iparnya. Dan meminumnya. "Alhamdulilah bisa kuat puasa. Waktu sahur dan berbuka saya minumnya. Hari pertama itu gak berani puasa dulu," katanya.
Selanjutnya, dia mencoba membuat sendiri. "Berpikir saja. Kenapa gak dijual saja. Siapa tahu ada bumil (ibu hamil) maupun busui (ibu menyusui) yang memang perlu," terangnya.
Adapun proses pembuatannya dimulai dengan memisahkan kurma dari bijinya. Setelah itu puluhan kurma tersebut direndam dengan air. "Minimal 5 jam untuk merendamnya (kurma yang telah dipisah dari biji)," ujar perempuan berusia 29 tahun ini.
Baca juga: Enam Rumah Warga Banaran Ponorogo Terdampak Longsor
Nidya menambahkan bahwa setiap jus kurma yang dibuatnya mengandung 5 biji kurma. Pemilihan angka ganjil ini sesuai dengan sunnah rasulallah.
Kata dia, manfaat yang didapat dari jus kurma juga bisa sebagai booster busui maupun bumil. Juga cocok bagi mereka yang sedang diet. "Karena sudah kayak makan nasi. Kan ada kandungan karbohidratnya tapi rendah," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad