KLIKJATIM.Com | Surabaya - Penelusuran penyebab gangguan pada Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Ujung - Bangkalan terus dilakukan PLN untuk memastikan lokasi titik yang menyebabkan pasokan listrik ke Pulau Madura terganggu sejak Sabtu (26/2).
Baca juga: PLN Catat Pertumbuhan Pelanggan di Semua Segmen, Industri Naik 18,6 Persen
"Setelah dilakukan pengujian oleh Tim Emergency Recovery System dengan menggunakan teknologi alat Fault Locator, dugaan sementara lokasi gangguan berada telah ditemukan," Papar Manager PLN UP3 Pamekasan, M Farqi Faris.
Melalui pengujian dengan bantuan Fault Locator sejak hari ketiga pasca gangguan, penelusuran mendapatkan hasil prediksi kuat lokasi sementara titik gangguan berada. Dari pengujian, Joint Box 3 (JB3) sampai JB5 dalam tahap pembongkaran. Untuk JB6 sampai JB13 sudah dilakukan pengujian dan hasilnya aman.
"Saat ini, proses pembongkaran jalan tempat titik sambung dari kabel SKTT yang berada di JB5 tepat di depan pintu masuk jembatan Suramadu sudah dilakukan, dan JB 5 sudah bisa kami lihat, selanjutnya akan dilakukan pengujian untuk kemudian dapat ditentukan langkah perbaikan yang harus ditempuh, sehingga pengerjaan dapat lebih cepat dilakukan", terangnya.
Farqi menambahkan pembongkaran yang dilakukan PLN tetap mematuhi pengaturan rekayasa lalu lintas agar pengguna jalan tetap dapat melintasi jalur jalan.
Disisi lain, PLN Peduli pun menyalurkan bantuan 600 paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan pada Kamis (3/3) yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan sejak Minggu malam.
Sekda Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN terhadap bantuan yang diberikan.
“Bantuan dari PLN ini sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Semoga bisa bermanfaat dengan baik dan kondisi banjir dapat segera membaik,” terang Yuliadi.
Baca juga: Beli Token di PLN Mobile, Pelanggan Berkesempatan Dapat Voucher Listrik Rp10 Ribu
Senada, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam pun menyambut baik langkah PLN dengan turut serta membagikan paket sembako kepada masyarakat.
"Logistik tentunya merupakan kebutuhan utama saat terjadi banjir, terima kasih atas atensi PLN," ungkapnya.
Tak hanya itu, hingga hari ini Kamis (3/3), PLN terus menggencarkan pembagian emergency lamp kepada Pondok Pesantren, Masjid, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Tercatat sebanyak 4950 emergency lamp telah terdistribusikan kepada masyarakat. Pembagian emergency lamp ini bertujuan untuk memberikan penerangan sementara selama masa recovery gangguan. (ris)
Baca juga: Tembus Medan Berat, PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak
Editor : Catur Rini