Setengah Bulan 8 Kasus DBD, Pemkot Surabaya Langsung Rumuskan Strategi Penanganan

klikjatim.com
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Ahmad Hilmi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kasus terkonfirmasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Surabaya, pada bulan Januari 2022 sampai saat ini tercatat sudah 8 kasus. Kini, mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai upaya untuk mewaspadai dan mengantisipasi peningkatan kasus DBD, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan lebih mengoptimalkan peran para kader kesehatan. Bahkan, langsung menyiagakan seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Kota Pahlawan. 

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, langkah-langkah ini dilakukan sebagai respon cepat untuk penanganan kasus DBD. “Pertama adalah berkoordinasi dengan seluruh Faskes di Kota Surabaya untuk segera melaporkan kasus demam dengan gejala yang menyerupai DBD. Kedua, berkoordinasi dengan Camat dan Lurah untuk menggerakkan semua elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan,” jelas Wali Kota Eri, Senin (17/1/2021).

Ketiga, pihaknya langsung mengoptimalkan peran kader kesehatan. Yakni melakukan pemantauan pada kondisi jentik di lingkungan permukiman di wilayahnya masing-masing secara rutin. Minimal satu minggu sekali.

“Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan melalui PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan 3M plus (Menutup, Menguras, dan Mengubur),” ujarnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Selain itu, para kader kesehatan juga melakukan surveilans (kegiatan pengamatan penyakit) berbasis masyarakat. Apabila terdapat laporan yang terduga DBD di wilayahnya, maka langsung koordinasi dengan puskesmas setempat.

“Keempat, kami melakukan penanggulangan secara tepat pada kasus konfirmasi DBD dengan menyediakan penyelidikan Epidemiologi, untuk memutus mata rantai penularan dalam waktu kurang dari 2x24 jam sejak laporan pertama,” terang dia.

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

Terakhir, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, pihaknya secara rutin membagikan Larvasida kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan jentik di tempat penampungan air yang sulit dikuras.

“Ketika mengalami demam tinggi harus segera melakukan pemeriksaan dan jangan sampai terlambat. Sebab, kita sudah menyampaikan kepada semua faskes untuk siap siaga,” pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru