Warga Malang Iuran Peduli Jalan Rusak, Dua Hari Terkumpul Rp 2,4 Juta

klikjatim.com
Foto: Aksi penggalangan koin di Malang. (Ist)

MALANG – Banyaknya jalan rusak di Kota Malang, Jawa Timur menjadi perhatian serius warga setempat. Mereka yang tergabung dalam forum Warga Malang melakukan gerakan penggalangan koin untuk mengaspal jalan. Terhitung selama dua hari sudah terkumpul uang senilai Rp 2.427.100 pada Jumat (22/03/2019).

Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi jalan di wilayah kota pendidikan. Hal tersebut juga merupakan bentuk kepedulian warga, karena tak kunjung ada perbaikan dari Pemkot setempat.

Baca juga: Polres Malang Selidiki Dugaan Mesum Sesama Boti di Tepi Brantas

Nampak beberapa warga ikut tergerak dan bersama-sama membawa kardus bertuliskan ‘Koin untuk Menambal Jalan’. Tak hanya itu saja. Aksi yang dimulai pada hari Kamis (21/03/2019) tersebut, juga menenteng spanduk bertuliskan ‘Malang Darurat Jalan Berlubang’ sekaligus melakukan orasi di pinggir jalan.

“Penggalangan koin ini nanti akan diserahkan kepada Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kota Malang,” kata Koordinator penggalangan koin, Wahyu Eko Setiawan.

[irp]

Baca juga: Akses Utama Rusak, Warga Kedungdung Sampang Patungan Rp 2 Juta per Rumah untuk Bangun Jalan Poros Desa

[irp]

Kondisi kerusakan jalan terpantau di beberapa titik nampak berlubang. Bahkan hal itu mengakibatkan dua nyawa telah melayang karena terjatuh, yaitu di kawasan Tlogomas dan Arjosari.

Baca juga: Workshop AI ISTTS-LPK CKW di Malang, Peserta Belajar Google NotebookLM hingga Sertifikasi Gemini

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam untuk menindaklanjuti kondisi jalan rusak tersebut. Termasuk berupaya mencarikan pendanaan agar bisa cepat teratasi.

“Masyarakat juga harus paham bahwa di dalam APBD itu ada proses dan mekenismenya. Tetapi permasalahan ini akan tetap menjadi komitmen kami untuk menuntaskan,” pungkasnya. (ky/roh)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru