November 2021, Jatim Inflasi 0,35 Persen

klikjatim.com
Ilustrasi angka inflasi nasional

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada Nopember 2021, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,35 persen setelah bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,18 persen.

[irp]

Baca juga: PT SGN & MKSO Salurkan 105 Ekor Sapi dan 229 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H

Hal tersebut mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,15 pada bulan Oktober 2021 menjadi 106,52 pada bulan Nopember 2021.

Kepala Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, dari 8 daerah IHK di Jatim, semuanya mengalami inflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 0,22 persen," ujar Dadang, Rabu (1/12/2021).

Dadang menyebut, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang cukup tinggi, yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok mengalami inflasi, 1 kelompok mengalami deflasi dan 1 yang lain tidak mengalami perubahan.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,76 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,58 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,35 persen, kelompok transportasi sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen. Selanajuatnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Adapun kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan.

Baca juga: Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat  Menguatkan Persaudaraan

Namun, jika dilakukan pengamatan terhadap 10 komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK di Jatim, maka dapat digambarkan sebagai berikut :

a. Komoditas telur ayam ras dan minyak goreng menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jatim.

b. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jatim kecuali di Kediri dan Madiun.

Jika dilakukan pengamatan terhadap 10 komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di masing-masing kota IHK Jatim, maka dapat digambarkan sebagai berikut :

Baca juga: Pecel Khas Jatim Tembus 7 Besar Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, Gubernur Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia

a. Komoditas tomat menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jatim kecuali di Sumenep.

b. Komoditas daging ayam ras menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jatim kecuali di Kediri dan Probolinggo.

Tingkat inflasi tahun kalender November 2021 sebesar 1,75 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 2,22 persen. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru