Pemerintah Beri Sinyal Perpanjangan Diskon PPNBM Tahun Depan

klikjatim.com
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat mendampingi Menko Airlangga Hartarto di pemeran GIIAS

KLIKJATIM.Com | JakartaPemerintah memberi sinyal bahwa diskon Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru bisa saja dilanjutkan di tahun 2022. Sinyal itu diberikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat mendampingi Presdien Joko Widodo mengunjungi Gaikindo Indonesia International Auto Show ( GIIAS) 2021 pada Rabu (17/11/2021).

[irp]

Baca juga: Naik MRT dan Bus Listrik Bisa Dapat Voucher Listrik Gratis? Simak Kampanye "Green Future Powered Today" dari PLN

Menperin mengatakan, pemerintah saat ini sedang memperhitungkan biaya dan manfaat (cost and benefit) kebijakan tersebut, dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Satu hal yang ingin disampaikan tadi, Presiden menyebutkan bahwa untuk program (diskon) PPnBM yang akan berakhir Desember ini bisa saja dievaluasi oleh pemerintah. Jadi mungkin (berlanjut)," kata Menteri Agus Gumiwang di sela kunjungannya ke pameran otomotif GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Tren Perceraian di Sumenep Terus Meroket, Pertengkaran Jadi Pemicu Utama

Dia menegaskan, pemerintah akan mengevaluasi semua aspek. Kebijakan diskon ini menurutnya bisa saja dilanjutkan, namun bisa juga tidak tergantung perhitungan cost and benefit tersebut. "Bagi pemerintah cost-nya, (pemasukan) dari pajak barang luxury berkurang, tapi ada benefit-nya di tempat lain," ujar Agus.

Kebijakan ini disebut tidak hanya positif bagi sektor otomotif, namun juga menumbuhkan industri di sepanjang rantai pasoknya. Agus memperkirakan, jumlah industri pendukung tersebut sebanyak 6 kali lipat dari industri utama, mulai dari tier 1 dan tier 2, hingga pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Baca juga: Kemnaker Gelar Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 Serentak di Jakarta, Surabaya, dan Makassar

"Jadi sebenarnya pendukung otomotif itu banyak sekali. Ini juga pemerintah terus sasar untuk bisa bangkit atau rebound dalam pemulihan ekonomi nasional," tandasnya. (ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru