KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman (Mamin), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memberikan perhatian serius hingga ke tingkat paling bawah. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat yang bersinergi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan membuat pengawasan ke setiap desa lewat program "Desa Aman Pangan".
[irp]Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Bangkalan, Ita Kanti Rahayu menyampaikan, kegiatan pengawasan tersebut akan menyasar ke setiap lini desa untuk menyadarkan masyarakat dalam memilih dan memilah makanan sesuai standar BPOM.
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
"Pada dasarnya ini bukan program asli Pemerintah Kabupaten, melainkan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya. Kami hanya mendampingi. Nantinya desa yang mendapatkan pengawasan akan menjadi binaan," katanya.
Tahun ini Bangkalan hanya menyasar di satu desa yakni, Desa Martajasah. Acuannya, mobilitas warga dan penjualan beraneka mamin di desa itu cukup padat.
"Kalau tahun ini berhasil, insya Allah tahun depan akan dikembangkan,” ungkap Ita.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Pihaknya tak memungkiri bahwa risiko mamin dengan bahan yang berbahaya masih tinggi di Bangkalan. Selain dekat dengan Kota Surabaya, kesadaran konsumen untuk memilih makanan masih rendah.
Sehingga harus lebih hati-hati dalam memilih mamin. Jika hal tersebut dibiarkan akan berdampak buruk terhadap masyarakat.
Meski dampak secara langsung tidak ada, tapi ke depan akan muncul penyakit. Hanya saja kadang masyarakat tidak sadar dengan akibat racun makanan yang tertumpuk.
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
“Kami harap program ini nanti bisa sesuai rencana, sehingga tahun depan bisa dikembangkan,” pungkasnya. (*/nul)
Editor : Suryadi Arfa