Densus 88 Ringkus 5 Terduga Teroris di Jatim, Ini Kronologinya

klikjatim.com
Rumah terduga teroris di Jalan Granit Kumala Gang 3 KBD Desa Petiken Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebanyak 5 orang di Jatim ditangkap Densus 88 Anti Teror Polri, Selasa (8/11/2021). Kelima teroris itu berasal dari Bojonegoro, Gresik, Kediri dan Sumenep.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Kelima teroris tersebut adalah BA, AS, AN, RH dan MA. Diketahui, mereka merupakan teroris dari kelompok Jamaah Islamiyyah (JI) dan diamankan di waktu dan lokasi berbeda.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko membenarkan penangkapan terduga teroris di sejumlah wilayah itu. "Benar, dari teman Densus Mabes Polri, di-backup dengan Polda Jatim, melakukan penangkapan terhadap lima terduga teroris," ungkap Gatot, Selasa (9/11/2021).

"Untuk detailnya, nanti akan disampaikan dari Divhumas Mabes Polri. Polda Jatim bertugas mem-backup kegiatan teman densus,” imbuhnya.

Sedangkan Kabag Penum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan juga membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan terhadap para terduga teroris itu berlangsung sejak Selasa dini hari.

Ia membeberkan, BA adalah pelaku pertama yang ditangkap. Ia diringkus di Bojonegoro, sekitar pukul 04.05. BA sendiri merupakan orang kepercayaan Abu Fatih. "Abu memberikan paket berisi senjata M16 kepada tersangka HP (sudah ditangkap) dan korda JI Bojonegoro," bebernya.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Sementara AS ditangkap di Kabupaten Gresik, sekitar pukul 07.04 WIB. Dia merupakan instruktur Tadrib Uhud, Poso; Ketua Takwiyah Qodimah periode 2008-2011 dan Takwiyah Rodifah 2012; instruktur Tadrib Kolaka 1 dan 2 tahun 2011, instruktur Latihan Jasadiyah.

“(Keterlibatan AS) seperti tactical, survival, dan menembak PCP serta menyiapkan senjata rakitan Takwiyah di Cubanrois dan Cemoro Kandang,” tandas Ramadhan.

Selanjutnya, AN diringkus di Jalan Basuki Rahmat Dusun Templek Desa, Darungan, Pare, Kediri, sekitar pukul 07.25 WIB. AN merupakan fasilitator pengamanan Madlubin, tersangka yang sudah ditangkap terlebih dahulu, Justin dan Ibnu Rois ke Jambi. “Menjabat sebagai pengasuh Lembaga Pemberdayaan Dana Umat LPDU) Baitul Hikmah Kediri,” tegas Ramadhan.

Kemudian tersangka RH alias AH ditangkap di Kampung Pare, Kabupaten Kediri, sekitar pukul 07.30 WIB. RH merupakan koordinator keberangkatan Justin (tersangka teroris) dari Kediri ke Jambi pada Agustus 2020.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Terakhir, MA ditangkap di Jalan DR Cipto I Sumenep, Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sekitar pukul 11.32 WIB. MA merupakan koordinator daerah (Korda) Sumenep-Madura.

Sebagai informasi, MA merupakan tuan rumah sekaligus peserta dalam pertemuan dengan Tim Laznah di rumahnya Jalan Dr Cipto I D Nomor 03 Sumenep-Madura pada Juni 2020. Sejumlah jemaah yang hadir, ialah Ali Fathurakhman, Arif Siswanto, Hasan Partono, Budi Suryono, Alfa Yusuf, Nawawi Ahmad, Arif als Firdaus, Jarwo als Priyo, Abdul Farah, Aldul Rauf, Hidayat arifin, Firman, Okik, Supri alias  Mukhlis. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru