KLIKJATIM.Com | Surabaya--DPRD Jatim menolak pemulangan eks anggota ISIS ke Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jatim Istu Hari Subagio.
"Aturannya kan sudah jelas, kalau sudah menjadi tentara di negara lain tentunya hilang kewarganegaraan. Buat apa kembali lagi,” kata Istu Hari Subagio saat ditemui di Surabaya, Jumat (7/2/2020).
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
[irp]
Menurut Istu, jika ada pemulangan eks ISIS di Jatim maka perlu pengawasan dan penanganan khusus. Bahkan, jika ada eks ISIS sudah ada perubahan ideologi dan paham kebangsaan, dia menganggap perlu ada penangkapan.
"Kalau paham kebangsaannya sudah berubah ya ditangkap," tegas mantan Gubernur Akademi Militer (Akmil) itu.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
[irp]
Namun, kata Istu, jika memang eks ISIS ada yang dari Jatim hanya ikut-ikutan saja, pihaknya menyarankan agar dilakukan pembinaan dan pengawasan. Dia berharap pemulangan eks ISIS yang rencananya akan dilakukan pemerintah tidak membawa keresahan bagi masyarakat lainnya.
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
"Jangan sampai justru membawa dampak buruk. Kalau perlu di karantina khusus setelah dipulangkan," ungkapnya.
Pemerintah membahas wacana pemulangan warga Indonesia yang pernah menjadi anggota ISIS.Pro dan kontra muncul atas rencana pemerintah tersebut. (tri/mkr)
Editor : Redaksi