KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Mengabdi belasan tahun, seorang guru agama yang mengajar di SDN Pogar III, Kecamatan Pogar, Kabupaten Pasuruan belum dapat data pokok pendidikan (Dapodik). Membuat, Tutut Fariatus Sholiah terpaksa "menggantungkan" harapan untuk menjadi ASN ke "langit".
[irp]
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
"Saya sudah enam belas tahun sebagai guru di sini (SDN Pogar III), tapi belum mendapat status sebagai ASN. Anehnya lagi, saya belum mendapat dapodik. Padahal dapodik itu salah satu syarat untuk menjadi pegawai," kata Tutut hera.
Tutut menceritakan, dirinya menjadi guru sejak Tahun 2005. Berbekal SK Bupati ia mengajar agama di SD Pogar III. "Beberapa kali saya ikut tes CPNS tapi gagal. Satu alasan gagalnya karena tidak memiliki dapodik," jelasnya.
"Harapan saya menjadi tenaga pendidik yang memiliki status yang jelas. Di mana selama belasan tahun dari guru non ASN tidak mempunyai status yang jelas," imbuhnya.
Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
Lucunya lagi, ada pegawai harian lepas di Kecamatan Bangil bernama Farid menjadi guru di SDN Pogar III. Padahal dulunya si farid ini sebagai operator di sekolahan sini. "Tapi kini ia menjadi tenaga pengajar (guru) di SDN Pogar III, ini kan aneh," tukasnya.
Permintaan diangkat menjadi ASN, lanjutnya didasari adanya kekhawatiran tidak akan ada penilaian dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Hal lain yang ditakutkan penilaian yang dilakukan sangat subjektif, bersifat sangat personal dan politis.
Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta
Sementara itu, Ninuk Ida Suryani Kadis Pendidikan Kabupaten Pasuruan berjanji akan kros cek. "Coba nanti tak tanyakan dulu apakah Tutut sudah memiliki dapodik apa belum," singkatnya. (bro)
Editor : Redaksi