GRESIK – Perkembangan terkait penyaluran pupuk organik bersubsidi mengalami tren positif. Dalam empat tahun terakhir perkembangannya terus membaik.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), sepanjang tahun 2014 hingga 2018 realisasi penggunaan pupuk organik bersubsidi di sektor pangan tercatat mencapai 3,6 juta ton. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan awal kebijakan mulai diperkenalkan sejak tahun 2008 silam.
Baca juga: Pertahankan TOP CSR #Star 5 Selama Lima Tahun, Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Nasional
“Sekarang dua kali lipat besarnya, atau kira-kira 7,5 juta ton pupuk organik bersubsidi yang didistribusikan kepada petani,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan PT Petrokimia Gresik, Arief Fauzan.
[irp]
Baca juga: Petrokimia Gresik Salurkan 187 Hewan Kurban untuk Masyarakat, Nilainya Capai Rp1,8 Miliar
[irp]
Menurutnya, PG mempunyai kapasitas produksi pupuk organik 1,6 juta ton. Namun dari kapasitas produksi yang ada tingkat utilisasinya hanya 50 persen. Hal ini dikarenakan terkendala bahan baku.
Baca juga: Inovatif Terapkan Budaya K3L, Petrokimia Gresik Group Borong 8 Penghargaan '5 Stars' di ICC-OSH 2026
“Dalam rangka mendorong penggunaan pupuk organik, kami akan terus mengedukasi kelompok petani tentang manfaatnya pupuk organik,” lanjutnya. (nul/*)
Editor : Redaksi