KLIKJATIM.Com | Gresik — Sejumlah sekolah di Kabupaten Gresik sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Untuk sekolah yang menggelar PTM terbatas juga semua jenjang mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
[irp]
Salah satunya di Sekolah UPT SD Negeri 6 Gresik. Dari total enam kelas, ada pembatasan hanya 50% kapasitas siswa. Artinya, hanya tiga kelas yaitu kelas 2, 4, dan 6 yang telah menerapkan PTM terbatas. Sedangkan kelas 1, 3, dan 5 melakukan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Tiga kelas PTM, tiga kelas daring,” ungkap Kepala Sekolah UPT SD Negeri 6 Gresik, Hamsiyah.
Dengan pembagian ini, lanjutnya, sekolah yang memiliki siswa sekitar 500 tersebut ada sekitar 250 siswa melakukan PTM terbatas dan secara bergantian. “Di Kelas pun ada pembagian ruangan, karena setiap kelas ada yang A, B, dan C,” ujarnya.
Pantauan di Lapangan, para siswa yang mengikuti PTM terbatas juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan tes suhu badan. Semua proses itu dilakukan saat siswa hendak masuk ke wilayah sekolah.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
Selain itu, Hamsiyah juga mengimbau kepada wali murid untuk memberikan bekal makanan bagi siswa yang melakukan PTM terbatas. Karena dalam PTM ini tidak ada jam istirahat.
“Alhamdulillah tadi bawa bekal semua. Untuk kelas 1 sampai 3, PTM dilakukan selama dua jam yaitu mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Untuk kelas 4 sampai 6, tiga jam yang dimulai pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun meninjau langsung pelaksanaan PTM terbatas untuk memastikan penerapan prokes di UPT SDN Negeri 6 Gresik. Dalam kesempatan itu, Bupati sempat menyarankan kepada pihak sekolah agar melakukan evaluasi setiap minggu.
“Para guru harus sudah vaksin semua dan bila perlu evaluasi mingguan. Sekalian nanti para guru dilakukan swab antigen, dan kalau nanti ada terindikasi positif jangan mengajar dulu,” ucap Gus Yani, sapaannya kepada awak media.
Bupati yang sudah terhitung 8 bulan menjabat sejak dilantik tersebut menuturkan, selama pelaksanaan PTM terbatas akan terus berusaha mempercepat vaksinasi di daerah setempat. Dan, menurutnya, bisa digelar serentak untuk wilayah Aglomerasi Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo). “Dan akan segera ada vaksinasi pelajar,” imbuhnya. (nul)
Editor : Redaksi