KLIKJATIM.Com | Surabaya - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya menggelar vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum, yang bertempat di kantor sekretariat HMI Cabang Surabaya Jalan Pucang Anom nomor 85 A, Sabtu (28/8/2021). Dalam vaksinasi kali ini, HMI Cabang Surabaya juga merangkul Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) sebagai salah satu kelompok yang difasilitasi untuk penyuntikkan vaksin Covid-19. Pasalnya warga transpuan ini merupakan kelompok rentan yang masih mengais perhatian kesehatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
[irp]
Ketua HMI Cabang Surabaya, Rahmat mengatakan, kegiatan ini merupakan bakti HMI terhadap negeri dan juga peran dalam menangani Covid-19. HMI bekerjasama dengan Pemprov Jatim menyediakan 500 dosis vaksin jenis Aztrazaneca, yang sasarannya adalah masyarakat umum.
"Kami menyediakan 500 dosis kesatu untuk kader HMI dan juga warga Indonesia. Ini merupakan komitmen kami untuk selalu memberikan manfaat terhadap warga Indonesia," kata Rahmad.
Dia juga mengatakan, pihaknya merangkul para waria yang ada di Surabaya. Sebab mereka juga layak untuk mendapatkan perhatian kesehatan.
Untuk jumlah waria yang telah divaksin ada 24 orang. "Di sini kami juga mengajak para waria, yang mana juga membutuhkan perhatian kesehatan. Jumlah waria yang telah divaksin ada 24 orang, karena bagaimanapun kesehatan di atas segalanya," tegasnya.
Sementara itu, Feby Damayanti salah seorang perwakilan Perwakos mengucapkan banyak terima kasih kepada HMI Cabang Surabaya. Karena sudah memberikan perhatian kesehatan kepada transpuan Surabaya.
"Terima kasih kepada HMI yang telah memberikan jatah vaksin dosis satu kepada kami. Karena dari jumlah kami 373, baru 15 persen yang dapat jatah vaksin," kata Feby.
Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan
Dia berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga ikut memberikan perhatian. Sebab transpuan juga warga Indonesia.
"Saya berharap Pemkot memperhatikan kami yang juga warga Indonesia, yang berhak mendapatkan fasilitas dari negara. Jadi hak-hak kami bisa terpenuhi secara akses kesehatan," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi