Kembangkan Wisata Desa, Wabup Malang Ajak Pemdes Kolaborasi dengan Investor

klikjatim.com
Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto

KLIKJATIM.Com | Malang - Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengajak pemerintah desa di Kabupaten Malang bekerjasama dengan investor untuk mengembangkan potensi wisata desa. Dia minta Pemdes di Kabupaten Malang tak hanya fokus di sektor pertanian saja. 

[irp]

Baca juga: Hina Pasien BPJS, Dokter Puskesmas Pakisaji Malang Dinonatifkan

"Kiat agar wisata desa berkembang pesat salah satunya, pemerintah desa (pemdes) sebaiknya menggandeng pihak ketiga sebagai investor. Keterlibatan investor itu perlu dilakukan. Sebab, selama ini pengembangan wisata desa kerap terhambat minimnya dana. Kalau dengan adanya investor itu (wisata desa) bisa lebih maju, ya kenapa tidak. Tapi harus dipertimbangkan juga kearifan lokal yang ada,” Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto.

Dijelaskan, agar investor bersedia menanamkan modalnya, kata Didik, Pemdes harus menjamin keamanan usaha. Jangan sampai ketika kepala desa (kades) berganti, pengelolaan wisata bermasalah lantaran tidak ada kepastian hukum.

Menurut Didik, ketidakpastian aturan pengelolaan usaha, termasuk wisata di desa ini mengakibatkan investor enggan menanamkan modalnya. ”Mereka (investor) khawatir jika belum bisa balik modal, wisata yang mereka kelola sudah ditarik kembali oleh desa karena tidak ada perjanjian yang jelas diawal,” imbuh Didik.

Baca juga: Matikan CCTV Terbongkar, Pencuri Toko Pancing di Wagir Diringkus Polisi

Baca juga: Program Bedah 3 Juta Rumah Sasar 25 RTLH di Kabupaten Malang

Didik berjanji, Pemkab pun akan mengawasi laju investasi di desa. Agar bisa tercipta satu kerja sama yang saling menguntungkan antara pihak desa dan investor. ”Jangan sampai hanya menguntungkan satu pihak saja. Itu jadinya tidak sehat,” kata pejabat yang berdomisili di Singosari itu.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang itu menjelaskan, saat ini masih banyak potensi desa di Kabupaten Malang yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kebanyakan kendalanya berasal dari kemampuan pembiayaan yang minim. ”Desa yang bisa melakukan pembiayaan secara mandiri masih sedikit. Masih dalam hitungan jari. Sehingga diperlukan peran investor agar potensi bisa dimaksimalkan,” pungkasnya. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru