Tak Ada Sosialisasi, Warga 'Gunjing' Hokky Swalayan Surabaya

klikjatim.com
Bangunan Hokky Buah yang dipersoalkan warga

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Warga di Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Sukolilo ramai memperbincangkan keberadaan Hokky Swalayan yang saat ini hendak buka. Pasalnya bangunan swalayan tidak merekrut satupun warga sekitar sebagai pekerja. Utamanya di RW 04 tempat keberadaan swalayan berada di Kelurahan Klampis Ngasem.

[irp]

Baca juga: Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Gelorakan Semangat Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran Bangsa

Ketua RW 04, Kelurahan Klampis Ngasem Eko Busono menyampaikan bangunan sudah berdiri dan proses pembangunan selama satu tahun belakangan ini. "Awalnya kami tidak tahu hendak dijadikan apa, karena tidak ada pemberitahuan juga," ujarnya kepada awak media.

Namun, sekitar satu bulan ini Eko akhirnya yakin bahwa bangunan bakal dijadikan Hokky Swalayan. Dan rencananya berdasarksn isu yang berkembang bakal dibuka pada bulan Agustus ini.

"Mulai awal pembangunan sampai sekarang tidak pernah ada komunikasi dengan kami. Istilahnya kulo nuwun," beber dia.

Eko pun kemudian mempertanyakan izin atas rencana bukanya swalayan. Sebab warga sama sekali belum pernah mendapatkan sosialisasi.

Jika nanti jadi dibuka Eko memprediksi bakal ada dampak negatif ke warga. Yakni, misalnya bakal semakin padatnya kendaraan di sekitar kampung dan kedua adalah persoalan sampah yang belum diketahui bakal ditampung dan dibuang ke mana.

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter

Selain itu yang cukup disayangkan kata dia adalah tak direkrutnya warga sekitar sebagai pekerja. "Saya sebagai pengurus RW ini selalu ditanyakan oleh warga, apa Swalayan Hokky tak mencari pekerja warga sekitar?," bebernya.

Jika hal itu sampai terjadi, lanjut Eko, akan cukup disayangkan. Sebab, warga yang juga merupakan tetangga dari swalayan saat ini banyak yang mendapat PHK di masa pandemi Covid-19. "Kita akhirnya cuma bisa ngiler saja," lanjut dia.

Eko pun mengaku pernah pada suatu waktu diberi uang oleh seseorang pekerja yang mengaku dari pihak Hokky Swalayan. Namun, oleh dia ditolak karena tak jelas.

"Uangnya ditaruh di amplop, terus suruh tanda tangan di kuitansi kosong. Ya jelas saya tolak, buat apa ini? Yang kami inginkan bukan uang," tegas dia.

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah

Eko menambahkan dengan merekrut warga sekitar ini adalah mengikuti program dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. "Pak Eri waktu kampanye memprogramkan perusahaan merekrut warga sekitar sebagai kearifan lokal," ujarnya.

Saat dikonfirmasi ke pihak Hokky Swalayan. Pihak manajemen sedang tidak ada di kantor serta kemudian dijanjikan keesokan harinya. Namun, kembali ketika didatangi Senin (2/8) pihak manajemen enggan menemui. "Kata pak Yosep (manajer) cancel," ucap Rohmad selaku Security bangunan tersebut. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru