Nama Tokoh Nahdliyin Bermunculan di Pilwali Surabaya 2020

klikjatim.com
Lembaga Survei Suara Indonesia memaparkan hasil kinerja terkait isu di Pilwali Surabaya 2020. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Surabaya - Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Surabaya 2020 semakin dekat. Banyak tokoh masyarakat bermunculan dan mayoritas dari kalangan Nahdlatul Ulama'.

Lembaga survei Suara Indonesia telah merilis hasil survei mereka terbaru menjelang Pilwali Surabaya 2020. Survei bertema 'Perilaku Pemilih Menuju Pilwali Surabaya 2020' itu dijelaskan bahwa Nahdliyin masih menjadi peminat utama sebagai rujukan politik.

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

[irp]

Dari survei yang dimulai sejak 17 November dan berakhir pada 16 Desember itu, Suara Indonesia menggunakan metode Multi-stage random sampling, Margin error 4,79 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Sementara itu total responden ada 420 orang. 62,7 persen dari Nahdlatul Ulama (NU), disusul Muhammadiyah dengan 7,4 persen dan sejumlah ormas lain seperti HTI, LDII dan yang lainnya dengan total 29,7 persen. "Survei ini masih tahap awal, segala kemungkinan masih terbuka," tuturJuru Bicara Suara Indonesia, Ahmad Khubby Ali  di Hotel Amaris Jalan Margorejo pada bamm Surabaya (3/1/2020).

Dari prosentase tersebut, mayoritas masih memandang tokoh agama atau kiai dalam rujukan politiknya, yakni sebesar 30,8 persen. Baru, sisanya menggunakan rujukan tokoh politik sebesar 28,2 persen, pengurus ormas 11,5 persen dan pengusaha sebesar 7,7 persen.

[irp]

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

"Ulama dan para kiai di Surabaya ternyata lebih banyak didengarkan di banding latar belakang yang lain," tambahnya.

Dia juga menyampaikan, lima tokoh dengan elektabilitas  tertinggi untuk Pilwali Surabaya 2020 adalah Dwi Astutik sebagai pengurus Muslimat NU dengan prosentase 7,1 persen. Lalu disusul Wishnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya sebesar 4,5 persen. Juga ada nama Armuji anggota DPRD Jatim dengan 3 persen, Ali Azhara dan M Machmud dengan prosentase yang sama 0,8 persen dan Sahrul Azhar As'ad (Gus Hans) dengan prosentase yang sama dengan Dhimas Anugerah sebesar 0,5 persen.

"Namun masih ada 41,6  persen orang yang belum menjawab dan 24 persen yang menjawab rahasia. Presentasenya memang lebih besar di bandingkan calon," jelasnya.

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

Dari tingginya prosentase yang belum menyebutkan nama calon dari hasil survei, tentunya segala kemungkinan masih dapat berubah tergantung dari kiprah dan perjalanan mesin politik dari masing-masing calon. Karena melihat dari kesekian parpol belum ada yang merilis calonnya.

"Kedepan, hal ini akan kami kaji lebih dalam. Sejauh ini kami masih menganggap wajar bahwa kiai dan tokoh parpol masih menjadi rujukan tertinggi," tandasnya. (nk/bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru