KNKT Sebut Ada Human Factor Saat Tenggelamnya KMP Yunicee

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi—Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus mendalami tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali. KNKT menilai ada human factor (masalah kemanusiaan) dalam kejadian ini. 

Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono mengatakan, sekecil apapun Informasi akan ditampung untuk mencari penyebab tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali. Selain meminta keterangan saksi, kata dia, CCTV di dermaga juga diperiksa, termasuk cuaca saat kejadian hingga data-data kapal.

Baca juga: Sistem Kelistrikan Flores Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7, PLN Pastikan Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

"Kita wawancara dengan saksi, dengan awak kapal, data kapal kita kumpulkan, cuaca bagaimana, CCTV," kata Soerjanto kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Ia mengatakan temuan-temuan sementara yang akan didalami yakni bagaimana cuaca saat kejadian. Jika memang disebut buruk mengapa ada izin untuk berlayar.

"Jika cuaca buruk, kenapa KMP Yunicee tetap berlayar? Kemarin cuaca belum tahu sampai tingkat seberapa, intinya KNKT tak pernah ngomong penyebabnya cuaca," kata dia.

"Kita tetap cek laporan dari BMKG terkait cuaca seperti apa, siapa yang neruskan (informasi) ke kapal. Namun pada intinya, KNKT tidak pernah ngomong penyebabnya cuaca. Yang Maha Kuasa sudah ngasih kita akal, diberi kepandaian bagaimana cara untuk menghadapi cuaca. Kalau memang tidak layak, ya jangan layar. Jadi tidak pernah menyalahkan cuaca," imbuhnya.

Baca juga: Hadiri Penyerahan Remisi HUT Ke-81 RI di Lapas Porong, Sekdaprov Jatim sebut Remisi Titik Balik Warga Binaan

Selain itu pihaknya juga menyoroti saat dievakuasi tim SAR banyak penumpang KMP Yunicee yang tak kenakan life jacket atau jaket pelampung.

"Kenapa itu terjadi? Itu yang kita teliti. Kita runtut ke belakang. Bagaimana pelatihannya? Apakah tempatnya life jacket itu gampang dijangkau atau tidak?" ujarnya.

Termasuk apakah saat hendak melakukan pelayaran kru kapal sudah memberikan pelatihan kepada penumpang jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai

"Terus bagaimana pelatihan emergency drill-nya. Supaya krunya juga tanggap saat terjadi kondisi emergency," katanya.

Investigasi KNKT ini, kata Soerjanto, bukan intim mencari kesalahan seseorang dalam menjalankan transportasi. Namun untuk kewaspadaan agar kecelakaan transportasi tak terulang lagi.

"Pasti itu semua berkaitan dengan masalah manusia, pasti ada human factor. Tapi Human yang mana, dan apa yang harus diperbaiki itu yang kita selidiki. Intinya, kita tidak untuk menyalahkan, tapi investigasi ini semata-mata agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," jelasnya. (*)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru