PPN Sembako Dihujani Kritikan, Kaji Joko: Keputusan Yang Anomali

klikjatim.com
Ketua Komisi II DPRD Pasuruan, Joko Cahyono

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Terkait rencana sembako dikenakan PPN dihujani kritikan dari berbagai pihak. Bahkan wacana tersebut dinilai kebijakan yang anomali alias keblinger dimasa Pandemi Covid-19.

[irp]

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

"PPN Sembako adalah keputusan yang anomali ditengah kondisi seperti ini (Pandemi)," kritik Joko Cahyono Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (14/6/2021).

Terlepas apapun itu, ia menilai, stetmen Sri Mulyani sebagai menteri keuangan dalam mengkakulasi angka-angka dan logika berfikirnya tidak bisa diterjemahkan sepenuhnya oleh masyarakat. Menurut Politisi Partai NasDem ini, sebelum mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bu menteri melakukan kajian sosial soal dampaknya. "Apalagi kondisi saat ini masa pandemi. Banyak masyarakat kesulitan mencari kebutuhan sehari-hari. Jangan lah negara menambah beban dan permasalahan baru, yang mana satu problem sebab akibat pandemi belumlah teratasi dengan seksama," imbuhnya.

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Pria yang juga sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Pasuruan dengan tegas menolak PPN sembako. "Penolakan PPN sembako usai kami bahas bersama anggota Fraksi NasDem. Dan kami sepakat menyatalan menolak," tandasnya.

Kaji Joko sapaanya menambahkan, seharusnya dilakukan intensifikasi dan optimalisasi WP yang sudah ada. Terutama para konglomerat (sultan-sultan) penunggak pajak untuk dilakukan pengawasan dan penarikannya. Hal tersebut dilakukan memperkecil kebocoran alias ngowosnya pajak. (bro)

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru