Meski Dihujat, Petugas Pemakaman Covid 19 di Ponorogo Tetap Bekerja

klikjatim.com
Hadi Susanto, petugas pemakaman pasien Covid di Kabupaten Ponorogo

KLIKJATIM.Com | Ponorogo- Menjadi petugas pemakaman jenazah Covid 19 memang penuh resiko. Namun para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menjapanoan tugasnya. 

[irp]

Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg

Seperti apa suka duka mereka yang bertugas memakamkan jenazah covid 19 di bumi reog? Berikut liputannya.  Salah satu petugas itu adalah Hadi Susanto. Petugas yang akrab disapa Gokong itu stanby 24 jam untuk memakamkan pasien Covid 19.

"Setiap ada pemberitahuan pihak rumah sakit bahwa ada jenazah yang harus dimakamkan menggunakan prokes. Saya dan teman-teman bersiap, " ujar Gokong, Selasa (25/5/2021) 

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

Dia mengatakan bahwa dirinya dan teman-teman menuju pemakaman yang sudah ditentukan. Mereka pun menggunakan baju hazmat hingga masker. "Sesuai dengan standart operasional pemakaman sesuai prokes, " kata Gokong kepada wartawan. 

Menurutnya, dia siap selama 24 jam. Namun lelahnya itu dihadang oleh berbagai kendala. Termasuk hujatan yang dirinya terima dari berbagao pihak. "Ada keluarga yang tidak diterima. Mereka menolak keluarganya dimakamkan secara prokes. Itu ada, " beber Gokong. 

Baca juga: Dari Ekonomi hingga Literasi, Patra Logistik dan Universitas Airlangga Kolaborasi Jalankan Program TJSL di Surabaya

Dia mengaku, sehari bisa memakamkan 5 hingga 6 jenazah. Bahkan ada satu waktu memakamkan hingga 10 jenazah dalam kurun waktu 24 jam. "Ya saya dan teman-teman di lapangan tetap bekerja. Walaupun ada yang mencerna. Ini adalah tugas kami. Tugas kemanusiaan, " pungkasnya. (rtn)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru