KLIKJATIM.Com | Ponorogo- Menjadi petugas pemakaman jenazah Covid 19 memang penuh resiko. Namun para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menjapanoan tugasnya.
[irp]
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Seperti apa suka duka mereka yang bertugas memakamkan jenazah covid 19 di bumi reog? Berikut liputannya. Salah satu petugas itu adalah Hadi Susanto. Petugas yang akrab disapa Gokong itu stanby 24 jam untuk memakamkan pasien Covid 19.
"Setiap ada pemberitahuan pihak rumah sakit bahwa ada jenazah yang harus dimakamkan menggunakan prokes. Saya dan teman-teman bersiap, " ujar Gokong, Selasa (25/5/2021)
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
Dia mengatakan bahwa dirinya dan teman-teman menuju pemakaman yang sudah ditentukan. Mereka pun menggunakan baju hazmat hingga masker. "Sesuai dengan standart operasional pemakaman sesuai prokes, " kata Gokong kepada wartawan.
Menurutnya, dia siap selama 24 jam. Namun lelahnya itu dihadang oleh berbagai kendala. Termasuk hujatan yang dirinya terima dari berbagao pihak. "Ada keluarga yang tidak diterima. Mereka menolak keluarganya dimakamkan secara prokes. Itu ada, " beber Gokong.
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
Dia mengaku, sehari bisa memakamkan 5 hingga 6 jenazah. Bahkan ada satu waktu memakamkan hingga 10 jenazah dalam kurun waktu 24 jam. "Ya saya dan teman-teman di lapangan tetap bekerja. Walaupun ada yang mencerna. Ini adalah tugas kami. Tugas kemanusiaan, " pungkasnya. (rtn)
Editor : Fauzy Ahmad