KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Akibat lupa mematikan tungku api, kandang ayam milik Sunyoto (78) warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung ludes terbakar. Puluhan ekor ayam di dalamnya juga ikut terpanggang.
[irp]
Kebakaran terjadi Rabu (12/5/2021) dini hari. Diduga penyebab kebakaran ini bermula dari api di tungku yang belum sempur dimatikan. Akibat kejadian ini sebanyak 22 ekor ayam ludes terbakar. Gabah sebanyak 500 kilogram juga ikut amblas dimakan si jago merah.
Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko mengatakan, akibat kebakaran ini, korban ditafsir merugi hingga Rp 25 juta.
"Dugaan kerugian akibat kejadian ini mencapai 25 juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujarnya.
Nenny menjelaskan, kebakaran kandang ini diketahui pertama kali oleh anak korban sekitar pukul 00.30 WIB.
Saksi curiga dengan suara gemericik di bagian belakang rumahnya, setelah dilihat rupanya suara gemericik bersumber dari kayu yang sedang terbakar api.
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
"Anaknya ini awalnya sudah tidur kemudian mendengar ada suara gemricik dari belakang rumahnya, setelah dilihat ternyata itu suara kayu yang terbakar," jelasnya.
Mengetahui kejadian ini, saksi langsung meminta bantuan tetangganya yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya hingga petugas dari Damkar datang untuk memberikan bantuan.
Nenny mengungkapkan, sesuai dengan keterangan saksi di lokasi kejadian, kebakaran diduga berasal dari api di dalam tungku yang belum dipadamkan dengan sempurna.
Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai
Sebab selama ini korban memiliki kebiasaan menghangatkan air sebelum digunakan untuk mandi, pada malam hari.
"Jadi Korban ini sudah biasa menghangatkan air untuk mandi, biasanya setelah maghrib, kemungkinan setelah menyalakan tungku untuk menghangatkan air itu lupa belum dimatikan" tuturnya.
Nenny berharap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran masyarakat agar lebih berhati hati dalam beraktivitas dan meminimalkan potensi terjadinya kebakaran di lingkungan masing masing. (mkr)
Editor : Iman