KLIKJATIM.Com | Madiun—Selain bencana banjir, longsor juga tejadi di Kabupaten Madiun. Longsor terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dagangan, Kare dan Gemarang.
[irp]
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Di Kecamatan Dagangan, longsor tejadi di Desa Ketandan, Ngranget, Segulung dan Desa Tileng. Di Desa Ngranget longsor menimpa dua rumah milik warga hingga menyebabkan kerusakan.
Di Desa Segulung lebih parah lagi. Berdasarkan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, ada 15 titik longsor di desa tersebut. Selain menimpa rumah warga, longsor juga mengakibatkan tertutupnya akses jalan raya. Sementara di Desa Tileng, longsor mengakibatkan dua rumah warga setempat rusak.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Tetapi, beberapa titik longsor menutup jalan,” tegasnya.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
Selanjutnya tanah longsor juga terjadi di Desa Padas dan menutup jalan utama yang menghubungkan antara Desa Padas ke Ngranget. Di Kecamatan Kare, tanah longsor menutup ruas jalan Desa Kare dan di Desa Bodag.
Sebelumnya, Hujan lebat mengguyur merata di wilayah Kabupaten Madiun, Kamis (1/4/2021) malam. Akibatnya kabupaten yang berjuluk kampung pesilat itu dikepung bencana.
"Bencana merata. Di Kabupaten Madiun sebelah selatan di Kecamatan Dagangan banjir. Kemudian di Kecamatan Kare dan kami sudah ke Kecamatan Gemarang," ujar Bupati Madiun, Ahmad Dawam, Jumat (2/4/2021) pagi.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Dia mengatakan dari beberapa kecamatan yang dikepung bencana, Kecamatan Gemarang paling parah. Pasalnya banjir bandang menerjang Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, mengakibatkan ternak warga hanyut.
"Tdak ada korban jiwa. Tetapi ada ternak warga yang hanyut," tambah Kaji Mbing--sapaan akrab--Ahmad Dawami. (mkr)
Editor : Fauzy Ahmad