Desa Kendungsari Banyuwangi Jadi Kampung Siaga Bencana, Ini Pesan Wabup Sugirah

klikjatim.com
Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah memberikan pengarahan di Kampung Siaga Bencana. (Apriliana/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah meresmikan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) ‘Purwo Buwono’ Berbasis Kawasan di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Dalam kesempatan itu, dikukuhkan pula kader siaga bencana yang terdiri 90 warga Kecamatan Tegaldlimo.

[irp]

Baca juga: Sistem Kelistrikan Flores Pulih 100 Persen Pascagempa M7,7, PLN Pastikan Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

Hadir dalam pengukuhan tersebut Ian Kusmadiana, Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Kementerian Sosial RI beserta jajaran. Ian mengatakan KSB ini dibentuk di sejumlah daerah yang rawan terjadi bencana alam. Kawasan Kecamatan Tegaldlimo memiliki potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami.

“Maka dari itu, terbentuknya KSB ini dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana dan mengurangi risiko bencana di sejumlah kawasan yang dinilai rawan,” jelas Ian yang hadir di pengukuhan tersebut pada Rabu (17/3/2021). Desa Kedungasri ini merupakan KSB yang ke 773 di Indonesia. 

Kader KSB ini terdiri dari 90 warga di Kecamatan Tegaldlimo yang dilatih oleh praktisi Kementerian Sosial, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Banyuwangi, serta tim pengarah dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Kebupaten Banyuwangi.

Baca juga: Hadiri Penyerahan Remisi HUT Ke-81 RI di Lapas Porong, Sekdaprov Jatim sebut Remisi Titik Balik Warga Binaan

Dalam acara tersebut juga digelar gladi lapang tanggap bencana gempa bumi dan tsunami. Seperti mendirikan tenda dengan cepat, pendataan korban, evakuasi korban, dan pemenuhan logistik.

Sementara itu, Wabup Sugirah menilai Kampung Siaga Bencana ini sangat bermanfaat dan tepat dibentuk di kawasan rawan bencana alam. Mengingat KSB ini melatih tindakan preventif atau pencegahan oleh seluruh elemen, khususnya keterlibatan masyarakat dalam rangka menyelesaikan persoalan kebencanaan.

"Lewat KSB ini, kami berharap bisa meminimalisir dampak bila terjadi bencana di desa yang bersangkutan karena warga sudah terlatih. U tuk itu, warga harus terus dilatih dan diberikan edukasi bagaimana menyikapi potensi bencana dan mitigasinya," kata Sugirah.

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai

Sugirah juga menyebut pentingnya melakukan penanganan preventif lewat aksi peduli lingkungan. Salah satunya adalah menjaga kawasan hutan di daerah hulu seperti daerah Licin, Songgon, dan Kawah Ijen untuk mencegah bahaya banjir dan longsor. 

"Semoga KSB yang telah terbentuk ini bisa menginisiasi desa-desa lain di seluruh Kabupaten Banyuwangi untuk tergabung dalam KSB," pungkasnya. (bro)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru