Jatim Punya Banyak Situs Sejarah, Potensi Wisatanya Masih Kalah dari Bali dan Jateng

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Tulungagung - Letak Provinsi Jawa Timur secara geografis yang ada di antara Provinsi Bali dan Jawa Tengah, rupanya belum mampu menarik minat wisatawan untuk mampir dan singgah di Provinsi Jawa Timur.

[irp]

Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Sebagai Investasi Strategis Bangsa

Padahal menurut Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin usai memipin pelepasan batu pertama Candi Mirigambar pada Sabtu (06/03) siang tadi, situs bersejarah di Jawa Timur tidak kalah dengan siitus bersejarah di dua provinsi tersebut.

"Wisatawan dari Bali mau ke Jawa Tengah itu lewatnya Jawa Timur, kita punya situs cagar budaya bersejarah, tapi kenapa kita bisa kalah dengan dua Provinsi ini,"ujarnya.

Jalur darat yang dilewati wisatawan dari Bali ke Jawa Tengah, harusnya menjadi peluang untuk mengekplorasi situs bersejarah di Provinsi Jawa Timur.

Zakaria menyebut, peluang ini harusnya dimaksimalkan oleh pemerintah daerah setempat untuk menarik minat wisatawan, agar tidak hanya sekedar lewat namun juga berwisata di Jawa Timur.

"Ini harus menjadi introspeksi kita, harus kita benahi cagar budaya kita,perundang undangan yang ada juga harus dipadukan," terangnya.

Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, Bupati Wahono Serahkan Bantuan untuk 99 Poktan di Bojonegoro

Pihaknya mencontohkan peninggalan cagar budaya di Kabupaten Tulungagung, seperti Candi Mirigambar yang merupakan peninggalan dari era klasik.

Apalagi relief di Candi ini menceritakan kisah Panji, yang tidak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan sampai ke Thailand hingga Filipina dan negara lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto mengatakan perlu sinergitas instansi terkait untuk mengembangkan situs bersejarah sebagai wisata.

Pihaknya mencontohkan,ketika ingin memunculkan karakter satu situs tertentu, maka instansi lain seperti DInas Pekerjaan Umum juga perlu dilibatkan untuk membuat rumah rumah dengan tema yang filosofinya sama dengan candi atau cagar budaya yang ada di lokasi tersebut.

Baca juga: Tiga Pegawai Bank Pelat Merah di Jember Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Ditaksir Rp3 Miliar

"Misal di bagian depan rumahnya dibuat bangunan dengan filosofi sama dengan cagar budaya yang ada, mau dalamnya dimodel bagaimana terserah pemiliknya, tapi setidaknya ada upaya untuk mendukung dan menghidupkan itu," ucapnya.

Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung keberadaan cagar budaya itu, kami juga siap memberikan edukasi dan bimbingan kepada masyarakat di sekitar lokasi cagar budaya untuk diberdayakan, sehingga sudah siap ketika cagar budaya di daerah mereka nantinya dikembangkan. (bro)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru