KLIKJATIM.Com | Sidoarjo —Tim Relawan Sungai Brantas dari jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Surabaya dan analisis Kimia dari Sekolah Menengah Kejurusan Negeri (SMKN) 1 Driyorejo melakukan monitoring kualitas air ke Tlocor Sidoarjo yang menjadi muara Kali Porong, anak sungai Kali Brantas. Mereka meneliti kandungan kimia di kali tersebut.
[irp]
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
“Karena selama ini jarang ada penelitian mikroplastik di Kali Porong,” ungkap salah Mahasiswi Jurusan Biologi UINSA Surabaya, Linda Setya.
Kegiatan monitoring kualitas air di Kali Porong ini mengambil sample air, sedimen, udang, kupang, ikan dan limbah Industri.
“Untuk mengetahui kontaminasi mikroplastik di ekosistem maka harus dilakukan pengambilan sample yang lengkap mencakup air, sedimen dan biota airnya,” ujar Ulfi Hidayatul Husna yang juga mahasiswa Jurusan Biologi UINSA Surabaya, Rabu (3/2/2021).
Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
Ia menjelaskan, setelah sampel diambil di Kali Porong, selanjutnya akan diuji di Laboratorium Mikroplastik ecoton dengan menggunakan mikroskop binokuler untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik yang ada di ekosistem Kali Porong.
“Mikroplastik di air sangat berbahaya karena serpihan plastik ini akan menyerap polutan di air seperti logam berat dan senyawa berbahaya untuk kemudian berpindah ke biota air yang dikonsumsi manusia,” paparnya.
Mikroplastik yang ada di air juga berbahaya karena tersusun atas polimer beracun dan bahan-bahan aditif yang bersifat karsinogen dan mengganggu hormon dalam sistem endokrin manusia.
Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta
Dalam kegiatan pengambilan sampel ini, diambil sample pada tiga lokasi yaitu Rolak songo, jembatan Porong dan Tlocor. Ketiga lokasi ini diambil sample air, sedimen, ikan, udang dan kerang. Hasil uji mikroplastik akan dipaparkan di kegiatan webinar dalam rangka Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 22 pebruari 2021. (bro)
Editor : Redaksi