Jarang Diperhatikan, Mahasiswi UINSA Surabaya Teliti Kandungan Mikroplastik Kali Porong

klikjatim.com
Tim peneliti dari mahasiswi UINSA Surabaya dan SMKN 1 Driyorejo.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo —Tim Relawan Sungai Brantas dari jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Surabaya dan analisis Kimia dari Sekolah Menengah Kejurusan Negeri (SMKN) 1 Driyorejo melakukan  monitoring kualitas air  ke Tlocor Sidoarjo yang menjadi muara Kali Porong, anak sungai Kali Brantas. Mereka meneliti kandungan kimia di kali tersebut.

[irp]

Baca juga: Kloter 67 dan 68 Tiba Besok, Keluarga Penjemput Jemaah Haji Sampang Dibatasi Dua Orang

“Karena selama ini jarang ada penelitian mikroplastik di Kali Porong,” ungkap salah Mahasiswi Jurusan Biologi UINSA Surabaya, Linda Setya.

Kegiatan monitoring kualitas air di Kali Porong ini mengambil sample air, sedimen, udang, kupang, ikan dan limbah Industri.

“Untuk mengetahui kontaminasi mikroplastik di ekosistem maka harus dilakukan pengambilan sample yang lengkap mencakup air, sedimen dan biota airnya,” ujar Ulfi Hidayatul Husna yang juga mahasiswa Jurusan Biologi UINSA Surabaya, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sorong, Produksi Capai 623 Barel per Hari

Ia menjelaskan, setelah sampel diambil di Kali Porong, selanjutnya akan diuji di Laboratorium Mikroplastik ecoton dengan menggunakan mikroskop binokuler untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik yang ada di ekosistem Kali Porong.

“Mikroplastik di air sangat berbahaya karena serpihan plastik ini akan menyerap polutan di air seperti logam berat dan senyawa berbahaya untuk kemudian berpindah ke biota air yang dikonsumsi manusia,” paparnya.

Mikroplastik yang ada di air juga berbahaya karena tersusun atas polimer beracun dan bahan-bahan aditif yang bersifat karsinogen dan mengganggu hormon dalam sistem endokrin manusia.

Baca juga: Dekatkan Skutik Premium ke Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar PCX160 Gen-Z School Movement di SMAN 7 Malang

Dalam kegiatan pengambilan sampel ini,  diambil sample pada tiga lokasi yaitu Rolak songo, jembatan Porong dan Tlocor. Ketiga lokasi ini diambil sample air, sedimen, ikan, udang dan kerang. Hasil uji mikroplastik akan dipaparkan di kegiatan webinar dalam rangka Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 22 pebruari 2021. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru