Masih Anak-anak Mainannya Sudah Tawuran, Ketangkap Polisi Nangis

klikjatim.com
Ilustrasi tawuran anak-anak di Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Rencana akasi tawuran yang hendak dilakukan beberapa anak di bawah umur gagal. Mereka lebih dulu ketahuan polisi. Enam orang diamankan dan empat di antaranya masih anak-anak di bawah umur. 

[irp]

Baca juga: Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Gelorakan Semangat Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran Bangsa

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 04.00 WIB, di depan pom bensin Jalan Ngaglik. Polisi yang sebelumnya sudah melakukan operasi cyber, bisa memantau kegiatan mereka yang hendak tawuran.

Beberapa dari mereka kabur dan meninggalkan senjata tajam serta motor milik mereka.

"Jadi sebelumnya kita cek Instagram milik mereka, ternyata mereka mau melakukan tawuran. Dari pada nantinya ada korban kita bubarkan duluan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Okky Ahadian, melalui Kanit Jatanras Iptu Agung Kurnia Putra kepada wartawan di Surabaya, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter

Hasil identifikasi Unit Jatanras Satreskrim Polretabes Surabaya, mereka merupakan dua kelompok yang selama ini sering membuat kegaduhan di Kota Surabaya. Yakni Geng Jawara dan All Star. Setelah diamankan di Mapolrestabes Surabaya, orang tua mereka dipanggil dan dilakukan pembinaan.

"Kita lakukan pembinaan, kami panggil orang tua masing-masing. Kami beri nasihat juga. Di depan orang tua kami kasih pembinaan dan membuat surat pernyataan kemudian kita pulangkan," ungkap Agung.

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah

Terkait senjata tajam berupa celurit, Agung menjelaskan, barang bukti tersebut bukan milik enam orang yang diamankan. Melainkan miliki para pemuda yang kabur saat didatangi polisi.

Polisi masih melakukan pemantauan di media sosial dua kelompok pemuda tersebut, yang menjadi sarana untuk bersosialisasi. "Kita ambil data mereka. Kita pantau terus," pungkas Agung. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru