Remaja Probolinggo Tak Berdaya Ditodong Pistol Kawanan Begal, Motor Matic Diserahkan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Probolinggo--BR (16) remaja asal Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ditodong pistol kawanan begal. Korban tak berdaya lantaran diancam akan ditembak jika melawan, sepeda motor pun dengan terpaksa diserahkan kepada begal sadis itu.

[irp]

Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang

Lokasi terjadinya pembegalan itu di Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Korban syok saat pelaku membawa motor matic miliknya bernomor polisi N 2987 QJ. Peristiwa ini terjadi saat korban hendak menjemput ibunya, yang bekerja di pabrik garmen sekitar pukul 04.54 WIB.

Saat melewati Jalan Brantas, tiba-tiba dua orang yang mengendarai motor matic memepet korban. Mereka meminta korban berhenti.

Lalu salah satu pelaku langsung mengambil kunci motor korban dan menodongkan pistol. Takut ditembak pelaku, korban turun dari motornya dan menyerahkan kendaraannya.

Korban yang syok setelah dibegal langsung diantar menemui ibunya. Selanjutnya korban ditemani ibu dan keluarganya melapor ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Probolinggo Kota.

Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook

Menurut korban, dua pelaku memakai jaket warna hitam. Lalu mengenakan masker dan memakai helm hitam. Salah satu pelaku memegang pistol. Pelaku sempat mengancam akan menembak korban jika motornya tidak segera diserahkan.

"Pelaku mengendarai motor matic warna hitam berboncengan. Pelaku ada yang gemuk dan satu pelaku kurus. Salah satu pelaku membawa pistol dan dikeluarkan. Akhirnya motor saya serahkan ke pelaku. Saat itu ada tukang becak mendatangi saat aksi begal terjadi. Namun pelaku langsung tancap gas. Saya berharap polisi bisa menangkap pelaku," jelas BR, Kamis (3/12/2020).

Menurut salah seorang warga, Gufron, di sekitar TKP sering terjadi aksiĀ begal. Karena di saat malam hari dan dini hari, lokasi sepi. Rata-rata pembegalan terjadi pada malam menjelang dini hari.

Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta

"Di lokasi Jalan Brantas, sering terjadi aksi perampokan dan perampasan kendaraan. Dan kejadiannya pasti malam dan dini hari. Karena di TKP ini sangat sepi. Kami berharap polisi sering berpatroli di lokasi ini dan jalan Jalur Lingkar Selatan, untuk mengantisipasi kejadian begal kembali terjadi," kata Gufron kepada wartawan.

Tercatat, aksi begal ini yang kedua kali dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, mahasiswa Unesa asal Lumajang yang mengendarai motor sport juga dibegal. Bahkan korban dibacok pada bagian punggung dan lengannya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru