Kelana Aprilianto–Dwi Astutik: Transparansi Kunci Memimpin Sidoarjo Tanpa Korupsi

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto–Dwi Astutik menegaskan pentingnya transparansi dalam kegiatan pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan anggaran. Sehingga tidak terjadi korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

[irp]

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

Kelana-Astutik menyampaikan hal tersebut dalam acara debat II Pilkada Sidoarjo, yang disiarkan SBO TV Selasa (17/11/2020) malam.

Transparansi berarti masyarakat bisa memantau dan mengontrol kebijakan publik yang diambil pemerintah Kabupaten Sidoarjo, termasuk implementasinya dalam bentuk proyek serta pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, menurut Kelana-Astutik, mereka akan menerapkan upaya pencegahan dan pengawasan agar tidak terjadi korupsi pada pemerintahannya, bila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Sebelumnya, Kelana-Astutik menyampaikan perlunya koordinasi dengan para penegak hukum untuk pengawasan agar aparat pemerintah dalam mengelola anggaran tidak menabrak aturan hukum dan prosedur.

Hal ini penting, agar aparat pemerintah tidak merasa takut mengambil keputusan dan bisa mengoptimalkan anggaran yang dikelola.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

Dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sekitar Rp 5,3 triliun, Pemkab Sidoarjo sebenarnya memiliki keleluasaan anggaran dalam membangun Sidoarjo. Anggaran sebesar itu bisa membawa Sidoarjo lebih baik.

Namun kenyataannya, APBD Kabupaten Sidoarjo selalu memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Kondisi ini bahkan terjadi selama empat tahun berturut-turut, dengan SILPA mencapai Rp 1 triliun setiap tahunnya. Ini berarti anggaran yang tidak terserap mencapai 20 persen. (mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru