klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Empat Lumbung Beras Rawan Banjir, Pemerintah Provinsi Jatim Bentuk Tim Investigasi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mencatat dari 38 kabupaten/kota di Jatim, setidaknya ada empat daerah yang rawan terjadi banjir di tahun 2020. Di antara empat daerah itu salah satunya adalah Kabupaten Ngawi.

[irp]

Kabupaten Ngawi sendiri merupakan salah satu lumbung beras di Jatim. Berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA, Ngawi menjadi produsen beras tertinggi tahun 2019. Luas panen padinya sebesar 122.500,97 hektar. Sehingga, dengan luas ini diperoleh produksi padi 777.190 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 445.874 ton.Dengan begitu, jika daerah-daerah lumbung beras di Jatim seperti Ngawi ini terdampak banjir, tentunya juga akan berdampak terhadap produksi tanaman padi di Jatim.

Kepala Dinas Pertanian Jatim Hadi Sulistyo mengatakan, pihaknya sendiri akan membentuk tim investigasi yang akan terjun langsung melihat kesiapan kabupaten dalam mengantisipasi dampak terjadinya La Nina.

"Kami akan bentuk tim investigasi. Namanya 'Tim Pemantauan Lapangan dalam Antisipasi dan Mitigasi Dampak La Nina Musim Tanam Oktober 2020–Maret 2021'. Kami akan turun lapangan langsung ke daerah melihat persiapan mengantisipasi La Nina," ujar Hadi, Senin (9/11/2020).

Provinsi Jatim sendiri, kata dia, dalam mengantisipasi terjadinya La Nina juga sudah menyiapkan 3 hal yakni Emergency, Temporary, dan Permanen atau sistim usaha tani yang berkelanjutan.

"Pertama emergency, itu bantuan benih dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Apabila nanti kabupaten-kabupaten itu membutuhkan benih dengan kerusakan yang ada bisa mengusulkan ke Provinsi Jawa Timur untuk minta bantuan. Kalau temporary, yaitu rehab jaringan irigasi baik itu tersier maupun kuarter," jelasnya.

Sementara permanen, yaitu pihaknya akan terjun ke lapangan melihat persiapan daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan banjir. "Saya akan membuat SK tim. Jadi akan safari nanti ke kabupaten-kabupaten yang sekiranya dampak banjirnya agak luas. Nanti akan kami survey," tandasnya.

Sebagai informasi, adapun empat daerah di Jatim yang masuk dalam kategori rawan banjir adalah Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi. Sementara daerah cukup rawan di antaranya adalah Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Kediri.  (hen)

Editor :