klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tahun Baru 1441 Hijriyah Butuh Kecepatan Berpikir dan Bertindak

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lamongan Fadeli memukul bedug tandai peringatan tahun baru Hijriyah. Achmad Bisri/klikjatim.com
Bupati Lamongan Fadeli memukul bedug tandai peringatan tahun baru Hijriyah. Achmad Bisri/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Peringatan malam tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriyah di Lamongan ditandai dengan penabuhan bedug dan kentongan oleh Bupati Lamongan Fadeli dan Forkopimda. Kegiatan bersama masyarakat ini di pusatkan simpang tiga Alun-alun Lamongan. Beragam acara juga digelar diantaranya lomba kaligrafi, lomba menulis artikel, dan lomba desain busana muslim.

Khusus lomba desain busana, finalisnya diperagakan 22 peragawati pada pentas malam Lamongan Muharram Festival. Ada juga lomba dan pawai ta'aruf, pawai lampion oleh 75 lembaga, wisuda 3 ribu tahfidz pada September, dan ditutup Lamongan Bersholawat bersama Majelis Ahbabul Musthofa pada Oktober mendatang.

[irp]Bupati Fadeli dalam refleksi tahun baru Islam ini mengajak masyarakat untuk menandainya dengan terus memotivasi diri untuk membangun Lamongan. Tahun baru Hijriyah tahun ini memerlukan kecepatan berpikir dan bertindak. Karena ekonomi semakin tanpa batas, teknologi semakin maju, demografi berubah.Tantangannya menata sumber daya sebagai aset paling berharga. “Berbagai hasil pembangunan dan prestasi adalah kerja keras kita semua, masyarakat Lamongan. Dan kita semua bersyukur, Lamongan dan Negara ini tetap aman dan kondusif,” kata Fadeli, Sabtu malam (31/08).

.Bupati Fadeli mengatakan waktu adalah hadiah paling indah dari Allah, tiada manusia yang mampu memegangnya. “Sore ini kita menyongsong tahun baru Islam. Mari kita tandai dengan terus memotivasi diri untuk membangun Lamongan,” ujarnya.

[irp]Dalam momentum tahun baru, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat Lamongan untuk selalu memaknai sebagai semakin berkurangnya waktu bagi semua. Sehingga menjadikan insan yang lebih baik. “Semoga waktu kita cukup, untuk menyadari bahwa waktu kita tidak akan pernah cukup. Berupaya dan berdoa mengharap ridho Allah, cukup bagi kita Allah sebagai penolong. Semoga masih ada waktu untuk berbuat baik dan membahagiakan sesama” pungkasnya. (bis/rtn)

Editor :