KLIKJATIM.Com | Kediri - Manajemen Persik Kediri mempertanyakan komitmen operator liga dalam menyelenggarakan kompetisi. Terutama soal jaminan kepastian liga bisa bergulir kembali awal tahun depan. Sebab, beberapa kali operator tidak bisa memenuhi komitmennya terkait penyelenggaraan liga.
[irp]
Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih menegaskan, hingga kini PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum bisa memberikan jaminan kompetisi bakal berjalan lagi awal 2021. Diakui PT LIB telah memutuskan kompetisi musim ini akan berubah titel menjadi Liga 1 2020/2021. Kompetisi tersebut dijadwalkan dimulai pada Februari-Juli 2021. Hanya saja, ada sejumlah poin yang masih mengganjal.
Hakim menambahkan, pemberian hak komersial klub memang masih dilaksanakan. Sebab di poin 6 disebutkan, setiap klub akan menerima hak komersial bulan Oktober 2020 sampai Januari 2021 sebesar 25 persen dari nilai yang seharusnya. Pencairannya direncanakan setiap bulan. Namun, pembayarannya akan dilakukan saat kompetisi berjalan.
”Seharusnya hak komersial di bulan tersebut diberikan sebelum kompetisi. Jika tidak, itu menunjukkan PT LIB belum bisa memberikan jaminan kompetisi berjalan sesuai jadwal,” tandasnya.
Dikatakan, pemberian hak komersial dalam masa persiapan kompetisi sangat lumrah dilakukan. Klub bisa menggunakan budget-nya untuk mempersiapkan tim selama empat bulan. Setelah itu, pencairan bisa dilakukan ketika liga sudah berjalan.Hakim tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi. Seperti diketahui, sebelumnya Persik sudah melakukan persiapan dari Agustus – September 2020. Namun, tiba-tiba kompetisi musim ini ditunda tahun depan.”Selama persiapan tim, klub mengeluarkan biaya yang tidak kecil. Jadi jangan sampai anggaran klub hanya habis untuk persiapan tetapi kompetisinya tidak berjalan,” ucapnya. (hen)
Editor : Redaksi