KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memasifkan test swab bagi para guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hingga saat ini sebanyak 7.407 guru sudah dilakukan tes swab. hasilnya yang positif 180 guru dan yang negatif 7.101 guru. "Bagi yang positif langsung kami rawat dan saat ini mereka sudah sembuh semuanya. Sisanya sebanyak 126 guru masih dinyatakan invalid, sehingga mereka akan dites kembali untuk memastikan kesehatannya,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara , Jumat (5/11/2020).
[irp]
Menurut Februi yang dites swab termasuk semua semua petugas sekolah, seperti petugas kebersihan, keamanan dan TU serta petugas lainnya. Ini dilakukan sebagai bahan memformulasikan sekolah tatap muka. “Jadi, awalnya 21 sekolah yang akan dilakukan uji coba sekolah tatap muka, tapi setelah dilakukan assessment, hanya sekitar 18 sekolah yang bisa dijadikan uji coba sekolah tatap muka itu,” tambahnya.
Menurut Febri, kemungkinan besar yang akan mengikuti uji coba sekolah tatap muka itu kelas IX atau kelas 3 SMP. Nantinya, Dispendik akan menyetorkan nama-nama siswa kelas IX yang berasal dari 18 sekolah itu.
“Setelah itu, Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan akan merapatkan secara teknis uji coba sekolah tatap muka itu. Tentunya, nanti siswa-siswa ini akan dilakukan tes swab terlebih dahulu. Ketika siswa itu dites swab, maka orang tuanya akan menyesuaikan atau akan dites swab juga,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia kembali memastikan bahwa uji coba sekolah tatap muka itu akan dilakukan terlebih dahulu bagi siswa kelas IX atau kelas 3 SMP. Sedangkan bagi tingkat SD, masih akan dirapatkan lebih lanjut.
“Ayo kita terus jaga protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun berada, supaya pandemi ini bisa segera hilang dari Kota Surabaya,” pungkasnya. (rtn)
Editor : Redaksi