klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tradisi Maulid Nabi di Bawean, Rela Habiskan Jutaan Rupiah Untuk Hias Hadiah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Hadiah molot untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Hadiah molot untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | Gresik - Ada yang berbeda perayaan Maulid Nabi  di Pulau Bawean, meski di tengah pandemi Covid-19. Jika biasanya jajanan pabrik yang dipakai. Kini, semua kekayaan bumi yang ada di pulau tersebut dikeluarkan dalam bentuk berkat atau hadiah yang dimasukkan ke hiasan molot atau Maulid Nabi. 

[irp]

Dengan hiasan bunga yang ada dalam keranjang yang sudah dilengkapi beberapa hidangan makanan dan minuman serta aneka makanan yang bisa dicicipi, serta makanan khas dodol atau Jubede istilah Baweannya yang dihiasi bungkus tikar pandan dengan warna warni. 

Semarak maulid nabi di Kecamatan Tambak dan Sangkapura ini berlangsung serentak kemarin Kamis (28/10) sampai hari ini, Jumat (30/10/2020) mulai pagi sampai sore di Masjid dan mushola di Pulau Bawean. 

Para warga baik laki-laki maupun perempuan memadati mushola dan masjid untuk datang merayakan Maulid Nabi. Acara dengan lantunan sholawat Asyrakal dan ceramah agama tak bisa ditinggal. 

Salah satu warga Dusun Naggher  Desa Sukaoneng Rukiyah mengatakan, perayaan Maulid Nabi di Desanya serentak secara bergantian dua hari, karena di Desanya setiap dusun merayakan Maulid nabi.

"Semua semangat, moment satu tahun sekali, dan bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad," katanya.

Dalam prosesnya berkat atau hadiah molot Maulid nabi ada yang ditukar antar warga. Seperti yang ada di Dusun Daun Timur. Warga berlomba menghias hadiah molot se menarik dan sebesar mungkin. Bahkan bagi yang mempunyai kerabat di luar negeri Malasyia atau Singapura juga diikutsertakan hadiah molot di Bawean.

"Semakin besar, semakin bangga kepada hadiah molot yang akan disajikan di Masjid. Bahkan sampai setengah juta lebih kadang," ungkap salah satu warga Dusun Daun Timur Iftahiyal. 

Tidak hanya itu, setelah warga menerima hadiah, warga menikmati hasil molot dengan bepergian ke pantai yang berjarak 1 kilometer dari rumah warga.

"Ini sudah tradisi warga sini, pasti ke laut makan bersama keluarga dan kerabat," ujar warga lainnya Nusrir Rohman.

Dan kebanyakan warga Bawean tidak peduli menguras kantong berapa dalam perayaan Maulid. Namun ada juga yang dibatasi dengan ketentuan nominal atas kesepakatan antar warga di Pulau Bawean. (bro)

Editor :