KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Ada yang berbeda di hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2020 yang digelar Satlantas Polresta Sidoarjo. Bagi pelanggar, selain ditilang, mereka diwajibkan mengikuti hipnoterapi.
[irp]
Salah satu warga yang terjaring adalah Indah Pratiwi (42). Warga Kelurahan Sekardangan Kecamatan Sidoarjo ini tidak memiliki SIM C. Dia terpaksa ditilang saat polisi menggelar razia di alun-aun, Senin (26/10/2020). Indah juga diwajibkan mengikuti hipnoterapi yang dipandu motivator dan hipnoterapis Ketut Abid Halimi di Paseban Alun-alun Sidoarjo.
Perempuan berhijab ini nampak terisak saat mendengarkan kata-kata motivasi yang diucapkan Ketut. Indah nampak beberapa kali mengusap air matanya. “Saya teringat orangtua saya,” ucap Indah singkat. Dia kemudian membulatkan tekad untuk segera mempunyai SIM.
Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Eko Iskandar mengatakan, program terapi ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Zebra yang dilaksanakan mulai 26 Oktober hingga 8 Nopember 2020.
“Operasi Zebra ini dilaksanakan setiap tahun, namun kali ini berbeda karena pandemi covid-19. Kali ini yang kita kedepankan adalah preemtif dan preventif. Penindakannya hanya 20 persen saja,” tutur Eko.
Eko malanjutkan, operasi kali ini melibatkan pakar hipnoterapi untuk menanamkan kedisiplinan masyarakat terkait kedisiplinan berlalu-lintas maupun mematuhi protokol kesehatan.
“Para pelanggar kita kumpulkan lalu mengikuti terapi agar kesadaran mematuhi aturan lau-lintas dan prokes terpatri di alam bawah sadar mereka dan selanjutnya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Eko.
Sementara itu Ketut Abid Halimi mengatakan, tujuan terapi ini adalah agar masyarakat punya kesadaran, bukan takut polisi. “Kesadaran dan kepatuhan itu timbul dari diri sendiri. Maka itu perlu hipnoterapi yang bisa menimbulkan rasa yang rilek. Terapi ini sekaligus bisa mendiagnosa diri mereka sendiri, lebih bersyukur dan taat aturtan,” terang Ketut.
Ketut menambahkan, pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan emotional spiritual quotient (ESQ). “Setelah mengikuti hipnoterapi ini, diharapkan mereka akan lebih disiplin,” jelas Ketut. (mkr)
Editor : Satria Nugraha