klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Klaster Suluk Tarekat di Blitar Terus Bertambah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tim kesehatan mengambil sampel swab dari salah satu warga. (Ahmad Hilmi Nidhomuddin/Klikjatim.com)
Tim kesehatan mengambil sampel swab dari salah satu warga. (Ahmad Hilmi Nidhomuddin/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Blitar - Kasus COVID-19 di Kabupaten Blitar kembali bertambah usai muncul Klaster suluk tarekat yang meluas ke pondok pesantren. Setidaknya ada 28 santri positif COVID-19 yang terpapar dari klaster ini.

[irp]

Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar mencatat, pondok pesantren tersebut di Mantenan, Kecamatan Udanawu. Klaster ponpes ini ditemukan ketika seorang santri mengalami gejala klinis Corona. Lalu dilakukan swab dan hasilnya positif.

"Kami langsung tracing dan testing ya. Ada sekitar 200 santri di sana, 31 kontak erat kami ambil tes swab dan hasilnya ada 28 yang positif Corona," jelas Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti,  seperti dikutip dari detikcom, Minggu (25/10/2020).

Sebelumnya, di lokasi tersebut pada awal Oktober, ada 15 santri suluk tarekat yang terkonfirmasi positif COVID-19. Saat itu satgas merekomendasikan karantina bagi semua penghuni ponpes tersebut. Yang di dalam areal ponpes dilarang keluar, dan yang di luar dilarang masuk. Wali santri pun, kabarnya juga dilarang menjenguk untuk beberapa waktu.

Rupanya, skema penanganan ini tidak membuahkan hasil. Paparan virus Corona justru menyebar. Pondok pesantren yang jaraknya jauh dari lokasi suluk tetap terkontaminasi virus ini. Transmisi lokal telah terjadi dan perlu dilakukan evaluasi skema penanganan.

Data dari Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, hasil swab para santri diterima pertama pada tanggal 22 Oktober, ada tujuh santri terkonfirmasi positif COVID-19. Hasil swab kedua diterima pada 23 Oktober, ada tambahan tujuh santri juga positif. Terakhir tanggal 24 Oktober, tambahannya sebanyak 14 santri.

Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar menampik anggapan salah penanganan dalam klaster suluk ini. "Bukan penanganan yang salah. Sudah dilakukan tracing oleh teman-teman di lapangan, kemarin yang di-swab dengan bergejala ringan ada 31 orang. Dan di awal-awal itu yang sudah keluar hasil swab-nya. Dan Alhamdulillah dari 31 orang yang di-swab itu sudah diisolasi sejak diambil swab," pungkasnya. (hen)

Editor :