KLIKJATIM.Com | Kediri—Alfin Hikami (16) asal Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri disambar petir saat perjalanan pulang dari kebun. Dia disambar petir tepat saat ngontel di belakang orang tuanya.
[irp]
Peristiwa itu terjadi pasa Rabu (21/10/2020) sore saat wilayah Kecamatan Ngadiluwih diguyur hujan deras disertai petir. Korban bersama orang tuanya Romadhoni (55) dan Binti Mufidah (46) pulang dari kebun.
Mereka berututan berkendara. Paling depan sang ibu Binti Mufidah mengendarai sepeda onthel. Kemudian di belakangnya ada sang ayah Romadhoni yang mengendarai sepeda motor. Sementara sang anak Alfin Hikami di urutan paling belakang dengan mengendari sepeda onthel.
Tepatnya saat melintas di perkebunan tebu, terjadi petir hebat. Kedua orang tua yang khawatir pun melihat anaknya ke belakang. Ternyata sang anak tergeletak dengan luka gosong di sekujur tubuhnya karena tersambar petir.
"Kondisi saat itu hujan lebat," ucap Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi, Rabu (21/10/2020).
Mendengar suara petir dan khawatir dengan anaknya yang berada di belakang, pasutri itu menoleh. Keduanya terkejut saat melihat kondisi anaknya sudah tergeletak di tanah dengan luka bakar.
Iwan menambahkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kondisi jasad korban. Di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
"Iya benar, kejadian sore tadi saat hujan lebat, dan kami telah melakukan pemeriksaan jasad oleh tenaga medis dan Polsek Ngadiluwih. Di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," pungkas Iwan. (hen)
Editor : Redaksi