KLIKJATIM.com | Surabaya—UU Omnibus Law masih terus mendapat penolakan dari warga Jatim. Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Tolak Omnibus (Getol) Jatim menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
[irp]
Mereka menuntut Gubernur Jatim bersama warga menuntut agar UU Omnibus Law Cipta Kerja dicabut. Massa gabungan dari buruh, mahasiswa dan warga ini tiba di lokasi aksi sekitar pukul 16.00 WIB.
Salah seorang petani tambak di Bulak Banteng Surabaya yang tergabung dalam Getol menyampaikan dalam orasinya menuntut agar presiden Jokowi segera menerbitkan peraturan pengganti undang-undang (Perppu) dan mencabut UU Cipta Kerja. Orator juga menyebutkan bahwa omnibus law telah dicanangkan sejak sebelum periodenya yang kedua.
"Kita telah diintimidasi, kita tidak punya kebebasan," kata Orator di atas mobil komando, Selasa (20/10/2020).
Peserta aksi juga meminta kepada Gubernur Jatim turut berperan mengusulkan pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja kepada presiden.
"Kalau memang ibu membela rakyat Jawa Timur harus membantu kami, karena dulu ibu juga kami bantu," kata orator tersebut.
Danis seorang massa aksi mengatakan, aksi yang dilakukan Getol ini akan terus berlanjut jika tuntutan tidak diindahkan. Getol mengancam akan menggelar aksi lanjutan.
"Hari ini bukan hari terakhir, akan ada hari seperti esok dan seterusnya," kata Danis. (mkr)
Editor : Redaksi