KLIKJATIM.Com | Surabaya - Provinsi Jatim terus konsisten dalam melakukan screening dan tracing secara masif. Hasilnya pun membanggakan, perkembangan kasus Covi-19 menunjukkan tren penurunan sangat baik.
[irp]
Pada hari Minggu (18/10/2020) lalu, kasus aktif Covid-19 di Jatim tersisa 5,56 persen. Kemudian per hari Senin (19/10/2020) kemarin turun lagi menjadi 5,22 persen.
Tentu semua ini berkat dukungan semua pihak, dan konsistensi Satgas Covid-19 Jatim yang terus melakukan berbagai upaya. Antara lainnya penggunaan rapid test mulai dari antibody maupun antigen untuk kegiatan screening dan tracing sebanyak 1.010.590 test. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 40 penduduk Jatim telah dites cepat Covid-19 dengan rapid test.
Sementara untuk swab test tercatat 436.474 orang yang diperiksa PCR di Jatim. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 92 warga Jatim dites Covid-19 dengan swab dan PCR test.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, saat ini Jawa Timur memiliki 76 lab secara khusus maupun RS, serta mampu melakukan pemeriksaan PCR dan 28 tempat yang mampu melakukan TCM.
Kemudian untuk mendukung percepatan screening dan tracing Covid-19, Gubernur meresmikan layanan rapid test dan swab PCR RS Sheila Medika di Maspion Square, Jalan A. Yani Surabaya. Ini adalah hal baru seiring dengan pengendalian Covid-19 di tempat belanja.
"Sekaligus mengurangi kehawatiran bagi sebagian masyarakat yang takut melakukan rapid test dan swab test," jelas Khofifah.
Layanan ini merupakan hasil sinergi antara RS Sheila Medika, PT. Satu Laboratorium Utama dan PT. Maspion Group yang memang disediakan untuk masyarakat Jatim. Biaya untuk layanan rapid test yaitu Rp 90 ribu. Artinya, harga tersebut di bawah HET yang ditentukan oleh Kemenkes senilai Rp 150 ribu. Sedangkan biaya untuk layanan Swab PCR yakni Rp 900 ribu.
Dengan harga tersebut, kata Khofifah, hasil dapat diperoleh dengan cepat sekitar 5 jam, dan paling lama maksimal 1x24 jam. Sementara untuk rapid test bisa 15 menit diketahui hasilnya.
Layanan ini akan menjadi penguatan serta energi baru bagi masyarakat Jatim, untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih cepat dan mudah dijangkau.
“Ini adalah sinergitas antara layanan testing Covid-19 dengan pergerakan ekonomi. Sinergi ini tentu semuanya berseiring dengan keinginan memberikan layanan kesehatan yang baik, bagi masyarakat Jatim seiring dengan pergerakan ekonomi yang harus terus didorong," tuturnya.
Dikatakan, ini merupakan sinergitas yang bisa membantu masyarakat untuk mengakses pemeriksaan Covid-19 dengan suasana mall yang santai. Layanan ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat dari manapun yang sedang di Surabaya, dan Jatim pada umumnya.
Kecepatan untuk mengetahui hasil test juga menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya dengan melakukan deteksi dini atau tracing, testing dan isolasi secara cepat akan dapat mencegah penularan.
“Kuncinya adalah makin cepat tracing, makin cepat testing, makin cepat treatment maka makin cepat sembuh. Ini bisa mendukung masyarakat Jawa Timur untuk menuju kondisi yang aman dan produktif, masyarakatnya sehat dan ekonomi Jawa Timur bisa tumbuh makin sehat,” pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi