klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lempar Bubur, Tradisi Warga Tuban untuk Tolak Balak

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Seorang anak berusaha menutupi wajahnya dengan tangan menangkal lemparan bubur. foto : istimewa
Seorang anak berusaha menutupi wajahnya dengan tangan menangkal lemparan bubur. foto : istimewa

KLIKJATIM.Com I Tuban – Masing-masing daerah memiliki tradisi dalam menangkal mara bahaya. Masyarakat Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban misalnya melakukan saling lempar bubur untuk mengusir balak. Tradisi ini sempat mati suri dan kini dihidupkan kembali.

[irp]Ada tiga warna bubur yang disajikan di atas daun waru, yakni merah, putih dan biru. Usai dibacakan doa oleh salah satu tokoh agama, para warga yang sudah sejak lama menunggu kemudian berebut bubur. Bubur yang diperebutkan bukan untuk dimakan melainkan untuk dilempar ke sesama warga.

Akibatnya warga yang mengikuti ritual itu tubuhnya berlumuran bubur. "Ini namanya tradisi Barian, mas. Tradisi ini biasanya dilakukan saat sedekah laut, dan tradisi ini kita lakukan kembali setelah sekian lama tidak diperingati," kata Ketua RT 1 Kelurahan Karangsari, Widodo seperti dilansir idntimes.com.

[irp]Untuk memperoleh bubur yang diperebutkan itu, setiap warga yang mengikuti ritual harus menyerahkan mahar uang sebesar Rp5000 sebagai ganti bubur yang mereka ambil. Uniknya lagi, warga yang sudah menyerahkan uang Rp5000 tersebut kemudian mendapatkan kereweng. Kreweng sendiri merupakan pecahan genteng atap rumah sebagai pengganti uang. Wargapun membeli bubur tersebut mengunakan kreweng sebagai alat transaksi."Baru tiga tahun belakangan ini dilaksanakan, itupun hanya diikuti oleh beberapa RT saja, agar tradisi ini terus dipertahankan kedepannya setiap Bulan Agustus nanti semua RT perlu dilibatkan," jelasnya.(idn/rtn)

Editor :