klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wisata Cimory Pasuruan Langgar Prokes, Sanksinya Cuman Teguran Lisan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Perwakilan manajemen wisata Cimory Pasuruan memenuhi panggilan Satpol PP dan Satgas Kecamatan Prigen. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)
Perwakilan manajemen wisata Cimory Pasuruan memenuhi panggilan Satpol PP dan Satgas Kecamatan Prigen. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan akhirnya memanggil manajemen wisata Cimory Dairy Land & Resto, yang berlokasi di Jalan Raya Prigen. Pemanggilan ini buntut dari dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19, setelah kejadian membeludaknya pengunjung wisata hingga berdesakan pada Minggu (11/10/2020) kemarin.

[irp]

Dari hasil pemanggilan tersebut, pihak pengelola wisata Cimory pun akhirnya disanksi meski tidak sekeras ancaman yang digembor gemborkan berupa penutupan. "Jika teledor tidak menerapkan protokol kesehatan akan kita beri peringatan lagi. Kalau belum berbenah, ya ditutup terus," ujar Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Senin (12/10/2020). 

Komandan pasukan penegak peraturan daerah (perda) ini juga berjanji akan terus memantaunya. "Jadi pihak pengelola Cimory harus serius memperhatikan protokol kesehatan," tandasnya.

Ke depannya, Satpol PP Kabupaten Pasuruan telah meminta kerja samanya dari semua pengelola tempat wisata yang mendapatkan rekomendasi untuk beroperasi di masa pandemi Covid-19. Mereka harus tetap patuh prokes. Terutama komitmen untuk mendisiplinkan pengunjung agar selalu pakai masker dan menjaga jarak aman selama berada di area tempat wisata.

"Jangan sampai kelonggaran dan rekomendasi yang diberikan itu diabaikan. Jangan sampai membuat klaster baru dan itu merugikan semua pihak," menurutnya.

Sementara HRD CDL, Sopyan berjanji akan memenuhi arahan dari Satgas Covid-19 di tingkat Kecamatan dan Satpol PP setempat. Dia tak memungkiri bahwa setelah dibukanya kembali destinasi wisata membuat jumlah pengunjung Cimory memang membeludak. Namun pihaknya tetap berusaha untuk menerapkan prokes.

"Bagi pengunjung harus pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," ucapnya.

Adapun lokasi berjubelnya pengunjung terjadi di loket tiket masuk dan ruang lobi bawah. "Guna menghindari umpel umpelan (berjubel) pengunjung akan kita batasi untuk pembelian kuota tiket," pungkasnya. (nul)

Editor :