klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Emosi Istri jadi Korban Penjambretan, Pak RW di Simohilir Surabaya Bakar Koran Bekas  

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Margono menunjuk arah kaburnya pelaku penjambretan. M Syahid Payapo/Klikjatim.com
Margono menunjuk arah kaburnya pelaku penjambretan. M Syahid Payapo/Klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Surabaya – Penjahat jalanan berhasil meneror Simohilir Sukomanunggal Surabaya. Seorang jambret telah memperdayai korbannya, SM (68) warga jalan Simohilir Blok 6 RW 4,  Simomulyo Baru, Sukomanunggal, Surabaya. Di pagi buta pelaku menarik paksa kalung korban yang hendak menutup pagar rumah. Suami korban, Margono (70) meluapkan emosinya dengan membakar koran bekas.  

[irp]

Peristiwa penjambretan terjadi pada  Rabu, (23/09/2020)  sekira pukul 04.45 WIB. Saat itu korban melakukan kebiasaan setiap hari membersihkan rumah. Kotoran atau sampah dibuang ke tempat sampah yang berada di depan rumah korban. Usai membuang sampah dan  hendak menutup pagar rumah, seseorang bersepeda motor menghampiri.

Motornya diparkir dengan kondisi mesin menyala. Laki-laki tersebut membawa koran ditangan kirinya. Lantas menghampiri korban dengan menawarkan langganan koran promosi. Saat itu pelaku masih mengenakan helm dan bermasker.

Korban yang tak berprasangka buruk meladeni kehadiran pelaku yang mendekat. Dan tak disangka, sekelebat kilat tangan pelaku menyamber kalung emas yang melingkar di leher korban. Lantas pelaku tancap gas meningkan lokasi.

Begitu sadar telah dijambret, korban berteriak minta tolong. San ( 45 ) tetangga depan rumah yang kebetulan hendak joggiing mendengar teriakan korban. Dia pun berusaha berlari mengejar pelaku seorang diri.  Karena tidak imbang, pelaku lolos.

Akibat kejadian ini korban mengalami syok dan ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta. Margono yang juga ketua RW dilingkungan setempat mengakui kejadian ini belum dilaporkan ke pihak berwajib.

Margono hanya menyayangkan adanya peraturan security yang bertugas mulai pukul 00.00 hingga pukul 04.30. Sehingga saat fajar dipastikan tanpa pengawasan. Padahal saat itu menjadi  jam rawan.

Koran yang dibawa pelaku ternyata koran bekas.Koran tersebut ditinggal oleh pelaku. Margono akhirnya meluapkan emosinya dengan membakar koran tersebut.

"Kami ikhlaskan musibah ini sebagai pembelajaran sekaligus pengalaman yang cukup pahit di era COVID-19 ini" ujar suami korban seraya tersenyum  .

Kasus ini membuktikan peran Polsek Sukomanunggal dalam menjaga dan mengawasi keamanan wilayah masih lemah.  Kenyataanya warga sangat jarang melihat petugas berpatroli keluar masuk kampung. (M Syahid Payapo/Pay)

Editor :