KLIKJATIM.Com I Probolinggo - Hubungan Murtadha (28) warga Desa Talkandang, Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo dengan rekannya rupanya kurang harmonis. Betapa tidak, ketika hendak mencuri sepeda motor keduanya komitmen senasib sepenanggungan. Namun ketika aksi pencurian diketahui polisi, rekannya malah kabur duluan.
[irp]
"Saya tertangkap polisi karena gagal mencuri motor, rekan saya kabur dengan melompat ke sungai. Itu terjadi ketika saya sedang buang air kecil," keluh Murtadha di Mapolsek Gading, Kamis (24/9/2020).
Aksi pencurian itu dilakukan Murtadha Rabu (23/9/2020) malam lalu bersama Jm. Keduanya menuju Desa Wangkal, Kecamatan Gading mengendarai sepeda motor Suzuki Satria. Saat melintas di depan sebuah rumah, keduanya menemukan sasaran yakni motor Honda Supra milik Hasan Basri.
Korban yang berdomisili di Desa/Kecamatan Krejengan, memarkir motornya di halaman rumah Bambang Pristiwanto, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Melihat motor korban tidak ada yang mengawasi, Murtadha dan Jm menyusun siasat. Pelaku Jm bertugas menjadi eksekutor, sementara Murtadha mengawasi dari kejauhan dan menunggu diatas motor.
Saat itu Jm sudah berhasil membawa kabur motor dan menuntun ke luar halaman. Namun ketika hendak menghidupkan mesin motor, korban memergoki dan berteriak maling. Spontan Jm mengambil langkah seribu. Rupanya ketika Jm kabur, Murtadha yang bertugas mengawasi situasi malah , ternyata sedang buang air kecil. Sehingga Murtadha tak tahu bila Jm kabur.
“Karena pelaku yang beraksi ini ketahuan, jadinya kabur ke arah timur. Menyebrangi jalan kemudian lompat ke tebing sungai yang berada di timur jalan. Setelah itu, pelaku yang beraksi ini dikejar oleh warga setempat, namun tidak tertangkap,” ujar Kapolsek Gading, Iptu Bagus Purnama.
Anggota Petugas Polsek Gading yang sedang melakukan patroli wilayah, melintas di lokasi kejadian dan berhenti di depan pengendara motor hendak menghidupkan motor Satria FU-nya. Dia adalah Murtadha yang baru saja buang air kecil.
“Kebetulan saya dan petugas lainya melintas di lokasi tersebut. Saat ada ramai-ramai warga yang teriak maling, kami berhenti di utara rumah TKP, dan mendapati sesorang yang tidak lain adalah Murtadha, sedang sendirian dengan motornya di tempat yang gelap. Kontan kami curiga dan langsung kami amankan,” ujarnya.
Karena Murtadha yang sendirian berada di tempat yang gelap, polisi jadi curiga. “Sehingga kami amankan dan saat kami periksa, dia (Murtadha) mengakui benar pelaku yg melarikan diri adalah temanya, sedangkan dirinya berperan sebagai penunggu atau pengantar untuk melakukan pencurian,” ujarnya. (hen)
Editor : Redaksi