KLIKJATIM.Com | Gresik – Keberhasilan Pemkab Gresik dalam mendorong masyarakatnya untuk membiasakan pola hidup sehat patut diapresiasi. Buktinya, Pemkab Gresik kembali meraih penghargaan di bidang kesehatan masyarakat.
[irp]
Sebuah penghargaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur ini terkait kesuksesan Kabupaten Gresik sebagai Kota Open Defecation Free (ODF). Yaitu, daerah atau kota yang masyarakatnya bebas dari buang air besar sembarangan.
Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Kadinkes Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana M.Kes kepada Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Mohammad Qosim dan Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Maria Ulfa Sambari di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik Jalan Wakhid Hasyim, Kamis (24/09/2020).
Wabup Mohammad Qosim pun bersyukur atas penghargaan yang diberikan untuk Kabupaten Gresik. Dia juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang sudah ikut membantu dalam mencapai sebuah prestasi di bidang Kesehatan tersebut, yaitu ‘Gresik sebagai Kota ODF’.
[caption id="attachment_34449" align="aligncenter" width="740"]
Wabup Gresik, Mohammad Qosim menyampaikan sambutan di sela agenda penyerahan penghargaan terkait gresik sebagai kota ODF. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)[/caption]
"Ini buah dari komitmen kami terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Dan, itu diwujudkan dalam kebijakan melalui perda (Peraturan Daerah) dan penganggaran,” terang Pak Qosim, sapaannya.
Sehingga dari kebijakan-kebijakan itu akhirnya dapat mengantarkan Gresik, yang merupakan kota industri dan kota wali ini mendapatkan penghargaan tersebut. “Kami diberikan penghargaan sebagai kabupaten bebas buang air besar sembarangan, setelah sebelumnya kami menerima penghargaan kebiasaan hidup sehat," urainya.
Dari sisi upaya peningkatan kesadaran masyarakat agar berperilaku hidup sehat, Ketua PKK Gresik, Hj. Maria Ulfa Sambari pun menambahkan, bahwa semua itu dilakukan berjenjang. Yakni dimulai dari kabupaten, kecamatan, kelurahan sampai ke level keluarga.
"Terutama dalam hal sanitasi, sehingga kebiasan kurang baik seperti buang air besar sembarangan bisa dihilangkan," beber istri Bupati Gresik dua periode tersebut.
Dinobatkannya ‘Gresik sebagai Kota ODF’ bukan tanpa alasan. Pertimbangannya antara lain, Kabupaten Gresik dianggap mampu membangun sanitasi total berbasis masyarakat. Adapun hal ini sebagai salah satu unsur penataan lingkungan sehat.
[caption id="attachment_34445" align="aligncenter" width="758"]
Wabup Gresik, Mohammad Qosim dan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik, Maria Ulfa Sambari saat foto bersama dengan para pihak sambil menunjukkan penghargaan gresik sebagai kota ODF. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)[/caption]
"Untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat ada empat unsur yang mempengaruhi dan harus ditingkatkan. Yaitu lingkungan, perilaku masyarakat, fasilitas kesehatan dan faktor genetik. Sanitasi merupakan untuk lingkungan yang sehat dan perilaku hidup sehat masyarakat," jelas Kadinkes Jawa Timur, dr. Herlin saat menyampaikan sambutan.
Dari keempat unsur tersebut, lanjutnya, lingkungan sehat memiliki kontribusi 45 persen terhadap taraf kesehatan masyarakat. Perilaku hidup masyarakat 30 persen, fasilitas kesehatan 25 persen dan faktor genetik lima persen.
"Dan dari segi lingkungan dan perilaku masyarakat Kabupaten Gresik sudah sangat baik dengan terpenuhinya standar sanitasi total berbasis masyarakat, sehingga bebas dari buang air besar sembarangan," tandasnya. (adv/nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar