KLIKJATIM.Com | Surabaya--Eri Cahyadi resmi direkomendasi PDIP sebagai Calon Wali Kota Surabaya. Eri akan berlaga di Pilwali Surabaya didampingi politisi senior PDIP, Armuji.
[irp]
Kedekatan Eri dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut-sebut jadi faktor dominan jatuhnya rekomendasi PDIP. Kabar Eri Cahyadi sebagai 'anak emas' Risma di Pemkot Surabaya seolah juga benar adanya.
Risma dan Eri memiliki kisah panjang sejak sebelum Risma terpilih menjadi Wali Kota Surabaya. Risma pun akhirnya buka suara terkait siapa sosok Eri sebenarnya. Kedekatan keduanya dimulai sejak tahun 2001, atau 19 tahun yang lalu.
"Dia (Eri Cahyadi) itu orangnya rajin, telaten dan berani," kata Risma usai mengikuti deklarasi pencalonan Eri-Armuji di Surabaya, Rabu (2/9/2020) lalu.
Risma membeberkan, selain rajin dan berani. Eri dipandang Risma sebagai anak buah yang cekatan dalam membantu pekerjaannya selama di Pemkot Surabaya. Sehingga Risma juga mempercayainya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.
"Cekatan dalam situasi apapun," kata Risma.
Risma juga menceritakan, kedekatannya dengan Eri dimulai ketika orang tua Eri menitipkan anaknya kepadanya. Kata Risma, orang tua Eri juga merupakan ASN.
"Bapaknya itu nitipin ke aku, tolong biar ikut Bu Risma biar belajar ke Bu Risma," ungkap Risma.
Ketika dititipi Eri, Risma pun sempat mengatakan jika di tempat Risma bekerja tidak banyak penghasilannya. Namun, waktu itu orang tua Eri tetap memasrahkan agar anaknya dikader Risma.
"Bapak mohon maaf, di tempatku lo enggak ada uangnya. Kemudian ayahnya bilang gak popo (tidak apa-apa) wes biar belajar kepada Mbak Risma," kenang Risma.
Eri pun akhirnya 'kintil' Risma hingga menjadi Wali Kota Surabaya. Beberapa pos penting juga pernah diduduki Eri selama kepemimpinan Risma. Eri pertama kali jadi PNS ditempatkan di Dinas Bangunan Kota Surabaya.
Di Pemkota Surabaya karir lulusan Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu terus moncer. Tercatat Eri pernah menduduki Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.
Eri juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH). Hingga akhirnya Risma mengusulkan 'anak kesayangannya' itu kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri sebagai Cawali Surabaya.
Setelah proses tarik ulur panjang lobi politik, Megawati akhirnya terpikat. Nama-nama politisi kawakan PDIP pun harus tersingkir dari bursa calon PDIP Surabaya. Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya yang mendampingi Risma dua periode harus menekuk wajah saat rekomendasi diumumkan.
Dyah Katarina istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH yang juga politisi kawakan PDIP juga mental di meja Megawati. Bahkan, Armuji yang kini duduk sebagai anggota DPRD Jatim yang sebelumnya juga dua periode duduk sebagai Ketua DPRD Surabaya juga harus puas duduk di bawah Eri Cahyadi sebagai calon wakil wali kota. (mkr)
Editor : Redaksi