klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tawarkan Klaster Dandelion, Intiland Kembangkan Rumah Tapak Kecil

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pandemi Covid berdampak pada pemasaran properti permeium dan menengah atas. Untuk menyiasati hal itu, pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) lebih memilih membangun rumah tapak dengan luasan kecil. Mereka membidik konsumen milineal yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau.

[irp]

Harto Laksono, Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, mengungkapkan saat ini pasar properti belum begitu baik. Efek pandemi masih terus membayangi. Itu juga yang membuat manajemen Intiland lebih memilih bermain di segmen hunian untuk pasangan muda. "Harganya lebih terjangkau tetapi desain dan penataan ruangnya pun mengikuti selera pasangan muda kekinian," kata Harto.

Dijelaskan, dengan luasan tanah seluas mulai 5 x 12 meter persegi, Intiland mengembangkan klaster Dandelion. Dan hanya akan dibangun 63 unit rumah tapak saja dengan target hingga akhir tahun sudah sold out semua. Klaster Dendelion yang berada di kawasan perumahan Graha Natura di Surabaya Barat ini menawarkan perumahan yang mengutamakan healthy living, nature, dan technology.

Rumah-rumah di klaster ini memiliki konsep rumah sehat yang compact dan fungsional. “Kami harapkan klaster ini bisa menyumbang hingga Rp 60 M lebih untuk pendapatan koorporasi kami,” harap Harto.

Sejak peluncuran pada pertengahan Agustus 2020, tipe-tipe rumah di klaster ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen, khususnya pasar di Surabaya. “Dari total 63 unit yang kami siapkan, jumlah konsumen yang berminat sudah diatas 90 persen dan sebagian besar keluarga muda,” ungkap Harto.

Tingginya minat calon konsumen terhadap klaster Dandelion, menurutnya, disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, dari sisi lokasi, klaster ini sangat strategis karena berada di tengah-tengah pengembangan kawasan yang memberikan kemudahan aksesibilitas bagi penghuninya. Kedua, faktor harga unit rumah yang relatif masih terjangkau yakni mulai dari Rp1,1 miliar.

Pendiri dan Chief Executive Officer Intiland Hendro S. Gondokusumo berpandangan bahwa pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan di masyarakat. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan menjadi prioritas utama masyarakat, termasuk terhadap kebutuhan fasilitas hunian yang menjadi tempat terbaik untuk berlindung dan menjaga keluarga.

“Konsep rumah tidak sebatas bangunan fisik saja. Rumah adalah benteng terbaik saat pandemi, tempat kita mengisi kembali energi dan menjernihkan pikiran setelah bekerja, serta menjadi tempat berlindung terbaik bagi keluarga,” ujarnya lebih lanjut. (hen)

Editor :