klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cakupan Belajar Tatap Muka Untuk SMK Diperluas, Waktu Belajar Hanya 3 Jam

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim, Khofifah saat meninjau salah satu sekolahan. (ist)
Gubernur Jatim, Khofifah saat meninjau salah satu sekolahan. (ist)

KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk memperluas cakupan pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi SMK. Pasalnya, sejumlah praktik keterampilan dianggap tak maksimal ketika hanya dilakukan secara virtual saja.

Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil peninjauan secara langsung pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah. Selain itu, juga hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

[irp]

"Tingkat kesiapan sekolah dan kepatuhan siswa-siswi SMA, SMK, SMA LB Jatim untuk menerapkan protokol kesehatan sudah sangat bagus," ujar Khofifah di Mojokerto, Minggu (30/8/2020).

Menurutnya, kebijakan itu juga ditempuh sebagai respon terhadap antusiasme orang tua dan siswa untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. "Saya yakin selama protokol kesehatan disiplin diterapkan, maka risiko penularan Covid-19 akan semakin kecil. Perluasan pembelajaran tatap muka ini tentunya menjadi kabar gembira untuk siswa dan orang tua," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, jumlah SMK yang diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka masih 25 persen, dari total jumlah SMK yang ada di kabupaten/kota setempat. Tentunya juga untuk daerah dengan status zona kuning dan oranye.

[irp]

Nantinya kabupaten/kota dengan status zona kuning, peserta didik yang hadir di sekolah paling banyak 50 persen dari kapasitas kelas yang tersedia. Sedangkan untuk daerah berstatus zona oranye, peserta didik yang hadir di sekolah paling banyak 25 persen dari kapasitas kelas yang tersedia, serta berjalan selama tiga jam tanpa istirahat.

“Bagi peserta didik yang memilih untuk belajar dari rumah, sekolah tetap difasilitasi dengan metode pembelajaran jarak jauh," ujar dia.

Terkait uji coba pembelajaran tatap muka tahap II ini, Wahid menjelaskan, bahwa akan dimulai dari jenjang pendidikan SMK dahulu. Sebab berdasar Surat Edaran (SE) 4 Menteri tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi, SMK di semua zona dapat menerapkan pembelajaran praktik dengan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk jenjang SMA, akan menyusul sambil menunggu hasil evaluasi Tim Dinas Pendidikan Jatim. (nul)

Editor :